Pamotan sisakan 2 desa belum lolos ODF

-- --
Tim Verifikasi ODF Kabupeten Rembang diterima di pendopo balai desa Pamotan
Pamotan cbfmrembang.com, camat Pamotan M. Wiyoto mengatakan, dari 23 desa yang ada di wilayah kecamatan Pamotan tinggal 2 desa yang belum lolos ODF(Open Defecation Free) yakni desa Pamotan dan desa Ringin. Pada hari kamis ini (20/10) kedua desa tersebut diverifikasi. 

Diharapkan hasil verifikasi kedua desa dinyatakan lolos sehingga tahun ini semua desa di wilayah kecamatan Pamotan semuanya sudah menjadi desa ODF. Jika kedua desa tersebut lolos tahun ini maka Pamotan menjadi kecamatan pertama yang tuntas dalam bebas BABS. 

Dikatakan Wiyoto, meskipun awalnya pesimis, namun setelah melihat semangat kinerja yang sekarang sudah banyak membawa perubahan, maka pihaknya percaya tahun ini keinginan untuk menjadi kecamatan ODF pertama akan didapat.

Sementara, kepala desa Pamotan Abdul Ro’uf di sela proses verifikasi mengatakan. Pada awalnya desa Pamotan memang pesimis untuk dapat lolos ODF. Luas wilayah yang mencapai 1.077 hektar, padatnya penduduk yang mencapai 2.795 KK, dan keadaan geografis desa yang dikelilingi sungai menjadi faktor pendukung masyarakat sembarangan dalam BAB.

Namun berkat upaya pemdes dan warga setempat, hari kamis ini desa Pamotan siap untuk diverifikasi dan optimis bisa lolos. Dikatakan, upaya yang telah dilakukan meliputi melakukan pendekatan dengan masyarakat agar sadar akan pentingnya BAB pada tempatnya. Membersihkan bahu sungai yang diberi jamban. Serta memberikan bantuan sebanyak 200 paket WC kepada 200 KK. Dimana jumlah KK yang belum punya fasilitas WC ada 364 KK, sehingga masih ada 164 KK yang belum memiliki WC. Bagi warga yang belum memiliki WC sudah dihimbau untuk menumpang di rumah saudara atau tetangga. 

Hari kamis (20/10) desa Pamotan kecamatan Pamotan diverifikasi oleh tim verifikasi ODF  kabupaten Rembang. Sebanyak 14 personil tim verifikasi turun ke lapangan untuk melihat secara langsung apakah desa Pamotan layak menjadi desa ODF atau yang biasa disebut desa bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Tri Budi Susetyo ketua tim verifikasi ODF desa Pamotan mengatakan, mengingat Desa Pamotan  wilayahnya luas maka jumlah personil tim disesuaikan. Tim verifikasi berasal dari beberapa pihak mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappeda, BPMPKB, Polres, Kodim, dan LSM. Semua personil turun ke lapangan sesuai bagian yang ditentukan untuk melihat secara langsung lingkungan desa dan melakukan interview dengan warga sekitar. 

Sebagai upaya agar bisa mendapatkan data yang akurat, interview dilakukan dengan mengambil responden anak-anak karena diusia anak cenderung lebih bisa mengatakan keadaan sebenarnya.

Untuk dapat dideklarasikan sebagai desa ODF memang tidak hanya dinilai dari fisik lingkungan namun tentang perubahan perilaku masyarakat juga menjadi hal penting. Mengingat tujuan utama desa ODF adalah untuk merubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat. ( Warih Puspita Arum )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 7771720669878429651

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::