Tingkat Konsumsi Ikan Di Rembang Masih Rendah

-- --
Ny Hasiroh selaku juri dari TP PKK Kabupaten tengah mencicipi karya peserta lomba
Rembang-cbfmrembang.com, Meski Kabupaten Rembang termasuk daerah pesisir yang identik dengan hasil laut ternyata tingkat konsumsi ikan di kalangan warganya tergolong rendah. Untuk itu perlu upaya keras guna mendorong tercapainya angka yang dipatok pemerintah pusat melalui kegiatan budaya mengkonsumsi ikan dalam menu makan keseharian.

Hal tersebut dikatakan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat membuka  acara lomba masak olahan perikanan di Pendopo Museum Kartini, hari Kamis (20/10/) yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan saat ini tingkat konsumsi ikan tercatat 28 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan angka yang dipatok pemerintah sebesar 38 kilogram per kapita per tahun.

Kondisi ini Tentunya harus menjadi perhatian bersama untuk mampu mencapai target nasional tersebut, padahal untuk sebagian orang yang memiliki penyakit tertentu memang dilarang mengkonsumsi hasil kelautan. Namun secara kesuruhan komoditi perikanan merupakan bahan baku makanan yang sehat dan penuh protein. 

Bupati Abdul Hafidz mencontohkan tingkat konsumsi ikan di Australia mencapai 100 kilogram per kapita per tahun, sedangkan Indonesia yang negeri bahari justru jauh di bawahnya, sehingga perlu penguatan kebijakan berupa program budaya makan ikan dalam menu keseharian rumah tangga di dalam negeri. 

Seperti yang dilakukan oleh Dinlutkan  melalui kegiatan pelatihan dan lomba masak bahan perikanan dinilainya termasuk langkah tepat untuk meningkatkan angka konsumsi ikan per kapita per tahun. Dengan adanya peningkatan kemampuan mengolah bahan baku hasil kelautan menjadi aneka kuliner pastinya membuat warga makin tertarik menikmatinya.

Kepala Dinlutkan Rembang  Suparman disela kegiatan menjelaskan lomba terdiri dua jenis yaitu kudapan dan menu sekali makan sekeluarga berbahan baku hasil kelautan khususnya ikan. Penyelenggaraan menggandeng Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Asosiasi Pengolah dan Pemasar (Pohsar) hasil perikanan. Peserta tercatat 30 perwakilan dari 14 Tim Penggerak PKK Kecamatan dan 16 anggota Pohlasar.

Disinggung tindak lanjut pelaksanaan lomba, Suparman sampaikan idealnya memang di wilayah Rembang  berdiri lokasi wisata kuliner berbahan baku hasil kelautan,  guna mewujudkannya tentu Dinlutkan harus bekerja sama dengan SKPD terkait. Namun setidaknya akan didirikan satu wahana wisata kuliner binaan instansinya sebagai embrio berlokasi di jalur pantura Rembang yang kedepan mampu menjadi salah satu icon Kabupaten Rembang.

Sementara itu Kabid Bina Usaha  Dinlutkan Mardanu disela kegiatan menjelaskan tahun ini angka konsumsi ikan per kapita per tahun naik dari tahun lalu, dari 26 menjadi 28 kilogram. Terkait target pemerintah sebesar 38 klogram per kapita per tahun disebut cukup berat tercapai tanpa adanya akselerasi. Untuk itu pihaknya terus menggelorakan budaya konsumsi melalui gerakan masyarakat makan ikan (Gemarikan) guna mendongkrak capaian angka konsumsi ikan setiap tahun.

Dari pelaksanaan hasil  lomba masak olahan perikanan tahun ini katagori kudapan juara 1 Tim Penggerak PKK Kecamatan Sale, juara 2 Poklahsar Melati dam juara 3 Tim Penggerak PKK Kecamatan Kaliori. Sedangkan katagori menu sekali makan dijuarai Tim Penggerak PKK Kecamatan Kaliori, disusul Poklahsar Melati dan berikutnya Tim Penggerak PKK Kecamatan Sale, masing-masing menerima piagam dan uang tali asih dari panitia penyelenggara. (, heru budi s )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 8235851988431398352

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::