Tingkatkan Hasil Pertanian, Longstorit-Damparit Antisipasi Telat Air

-- --
Kepala Dintanhut Rembang, Suratmin saat memberikan data kepada reporter CB Fm Rembang
Rembang - cbfmrembang.com, Sebagai upaya serius Pemerintah Kabupaten Rembang, dalam meningkatkan hasil pertanian yang ada di Kabupaten Rembang, terutama padi, melalui dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut), Pemekab Rembang mengupayakan pengadaan long storit dan Dam parit, sebagai program pengembangan peneyediaan irigasi bagi 29.000 hektar lahan pertanian yang ada diKabupaten Rembang. 

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Suratmin menjelaskan, mulai tahun ini  sudah berjalan pembangunan long storit dan juga, parit dan juga memperbanyak bendungan, yang  ada di wilayah pertanian yang ada di Kabupaten Rembang.

Suratmin menambahkan, jika tahun ini ada 11 unit long storit, dan 7 damparit yang persiapkan  untuk lahan pertanian di Kabupaten Rembang. Diantara wilayah yang mendapatkan jatah Damparit  diantaranya, ada di Kecamatan Rembang, Sedan, Bulu, Pancur, Sulang, dan Kecamatan Kragan.  Sedangkan untuk Long storit, berada di wilayah Kecamatan Sale, Kaliori, Rembang, Pancur, Sedan dan Kecamatan Kragan. 

Menurutnya, program tersebut dilakukan untuk meningkatkan kandungan sumber air bagi lahan pertanian yang ada. Selain itu, dari total 29.000 hektar lahan pertanian yang ada di Kabupaten Rembang, Suratmin menyebut, 20.000 hektar lahan pertanian merupakan kawasan tadah hujan. Selain itu, di wilayah Kabupaten Rembang, tidak ada sungai yang besar, yang menjadi penyangga sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Rembang.

Mengenai fungsi Damparit, Suratmin menjelaskan, sewaktu dibutuhkan damparit bisa langsung dialirkan untuk mengairi lahan yang ada di bawahnya, karena letaknya berada pada dataran tinggi. Mengenai long storit, Suratmin menyebut, jika cara pengambilan model seperti ini harus menggunakan pompa air, karena longstorit hanyalah sebuah kali yang dibendung, untuk menahan laju air supaya tidak langsung mengalir ke laut.

Suratmin juga menghimbau, agar para petani, untuk segera memulai penyemaian padi. Menurutnya tahun ini musim penghujan datang sedikit awal pada bulan Oktober, menurut data yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, menurut Suratmin untuk menyambut musim tanam pertama tahun ini, pemerintah sudah menyiapkan pupuk jenis urea bersubsidi sebanyak 23.000 ton. Pada bulan September kemarin, pemerintah Kabupaten Rembang mempunyai stok 9000 ton urea. 

Dengan rincian, pada musim tanam pertama 20.000 hektar membutuhkan urea sebanyak 5000 ton, untuk 4000 ton sisinya akan dipersiapkan untuk tanaman holtikultura. Suratmin memastikan, hingga tutup tahun, Kabupaten Rembang, dipastikan tidak akan kekurangan pupuk, dalam hal ini urea. (ASMUI)
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 6578094485699737730

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::