19 Desa Zona Resiko Bahaya Bendungan Banyukuwung.

-- --
Sosialisasi rencana tindak darurat bendungan banyukuwung balai besar wilayah sungai pamali juana
Rembang-cbfmrembang.com,Kementrian  pekerjaan umum dan perumahan rakyat Direktorat jenderal sumber daya air Balai besar  wilayah sungai pemali juana telah memetakan 19 desa daerah kena resiko apabila terjadi kegagalan bendungan Banyukuwung di desa Sudo kecamatan Sumber. Dari jumlah tersebut 5 desa masuk zona 1 resiko bahaya.

Kepala bidang operasi pemeliharaan  Balai besar wilayah sungai  Pamali juana  Panca Hermawan pada kegiatan  sosialisai rencana tindak darurat bendungan Banyu kuwung di aula BPBD (02/11) mengungkapkan,  5 desa masuk zona 1 dengan jarak kurang dari 3 km  meliputi desa Sukorejo dan Tlogotungal  kecamatan sumber, desa Karangsari kecamatan sulang dan desa Gunungsari, kuangsan, kecamatan kaliori.

  Sedangkan untuk Zona 2 dengan jarak lebih dari 3 Km  ada 14 desa kesemuanya masuk wilayah kecamatan kaliori, yakni desa banggi dan Pengkol. Dresi kulon, Sidomulyo. Babadan, banyudono, sambiyan  karangsekar, Dresi wetan, purworejo dan desa Bogoharjo,  ditambah  desa Mojowarno, Tambakagung dan desa tanggulsari. 

Panca menyebutkan keberadaan bendungan disamping bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia, juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar yaitu bila bendungan tersebut runtuh akan menyebabkan terjadinya kerugian  jiwa dan materi.

Mengingat bahaya yang ditimbulkan pada daerah hilir akibat keruntuhan bendungan sehingga diperlukan analisa keruntuhan bendungan (dam break analysis) guna menghasilan panduan rencana Tindak darurat (RTD ) bendungan. 

Sesuai peraturan menteri nomor 27 tahun 2015 tiap bendungan harus disiagakan  RTD  untuk melakukan tindakan yang diperlukan apabila terjadi gejala kegagalan bendungan, kondisi ini bukan berarti banyukuwung akan jebol karena langkah ini merupakan syarat mutlak dari keamanan bendungan .

Dari hasil analisis Bendungan Banyukuwung kondisi bendungan saat ini aman dan kuwat.  Adanya rencana tindak darurat bendungan bayukuwung yang telah disusun dapat digunakan sebagai panduan apabila terjadi suatu keadaan darurat bendungan . Khususnya dalam sosialisasi ini mendapatkan masukan-masukan dari 19 desa zona resiko bahaya agar penyusunan RTD bendungan Banyukuwung benar-benar dapat dipakai sebagai acuan panduan apabila mengalami keadaan darurat.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Rembang Suharso menyebutkan, dari pantauan  keberadan embung besar di Wilayah Rembang  Yakni embung Lodan, Panohan, Banyukuwung,dan Grawan kondisi air dibawah normal dan masih aman,  Warga diminta tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan tersumbatnya aliran air disekitar embung. Dari Prakiraan  BMKG propinsi jawa tengah puncak  hujan diprediksi akan berlangsung  bulan desember januari dan pebruari, warga didaerah rawan bencana diminta untuk tetap  siaga. (Mufti affandi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 862392208444047303

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::