Alun-alun Jadi Icon, PKL Diminta Berbenah

-- --
Suasana alun-alun Rembang menjelang malam ramai oleh pkl dan pembeli  
Rembang- cbfmrembang.com, Pasca diperindah dan kini tampilan menjadi menawan, alun-alun Rembang  dijadikan  sebagai salah satu icon Kabupaten Rembang. Selain sebagai pusat dagang aneka makanan dan minuman semua pedagang kaki lima (PKL) diminta memenuhi persyaratan dan ketentuan yang diberlakukan oleh Pemkab Rembang.

Wabup Bayu Andriyanto menyebutkan Pemkab Rembang tetap memberi keleluasaan terhadap usaha kerakyatan yang selama ini berlangsung di alun-alun. Namun karena sering mendapat laporan jika para PKL tak transparan dalam menentukan tarif harga dagangannya maka hal itu harus dihentikan.

Solusinya Paguyuban PKL alun-alun  diminta untuk memenuhi persyaratan dan ketentuan yang diatur oleh Pemkab Rembang. meliputi menjaga kebersihan lokasi dagang seusai berjualan, memasang banner nama lapak beserta pemiliknya dan menyajikan daftar menu berikut harganya. Pedagang diberi batas waktu sebulan dan bagi yang tak mengindahkan diperingatkan,  namun jika membandel terancam ditutup usahanya dan dilarang berjualan lagi di alun-alun. 

Disinggung sering kali terlihat anak punk mengamen di kawasan alun-alun sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung terlebih ketika tengah menyantap makanan/minuman di lapak-lapak PKL, ditegaskan Wabup, siap dilakukan penertiban oleh Satpol PP. 

Kondisi institusi penegak perda yang kini kurang personel disikapi dengan adanya penambahan agar dapat bekerja maksimal. 

Sementara Jumadi selaku Ketua Paguyuban PKL alun-alun  menjelaskan persyaratan dan ketentuan baru dari pemda sudah dinformasikan kepada seluruh pedagang. Semua telah komitmen mentaati bahkan kurang dari batas waktu yang ditetapkan. 

Sambung Jumadi kesanggupan tadi baru sebatas diikrarkan oleh  seluruh anggota paguyuban PKL yang berjualan malam hari sebanyak 94 orang, sedangkan mereka yang berdagang pagi hingga siang belum bergabung dengan kelompoknya sehingga tak bisa menjamin apakah nantnya ikut patuh juga. 

Pihaknya akan mencoba mengajak masuk dalam paguyuban agar menyatu dan siap mengikuti apapun keputusan Pemkab Rembang asalkan masih dibolehkan mencari nafkah di alun-alun. ( heru budi s )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 1672512144461303360

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::