Budaya Pamali, BPJS Minim Peminat

-- --
Saat peserta mendaftar di Kantor BPJS
Rembangcbfmrembang.com, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau (BPJS), Cabang Rembang, mengakui masih kesulitan dalam melakukan rekrutmen peserta BPJS berbayar atau yang dikenal dengan BPJS mandiri. Dari 620 ribu jumlah penduduk Kabupaten Rembang, hingga saat ini, hanya sekitar 12 ribu jiwa yang sudah terdaftar sebagai peserta  BPJS mandiri.

Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Cabang Rembang, Haryanto mengaku, penyebab sulitnya ajakan kepada warga untuk mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional, atau JKN sebagai program pemerintah pusat tersebut, diantaranya, budaya pamali atau ngalop orang untuk sakit yang masih berlaku di Kabupaten Rembang.

Ia menambahkan, jika masyarakat Rembang yang mendatangi kantor BPJS untuk mendaftar menjadi peserta, rata-rata adalah pasien atau keluarga pasien yang sudah atau baru mondok di rumah sakit. 

“Sulitnya merekrut peserta mandiri lantaran mereka masih berpikiran bahwa bila mendaftar BPJS itu dianggap sebagai hal yang mendahului kekuasaan Tuhan. Mereka bilang malah masak kita belum sakit kok daftar atau nabung untuk hal hal sakit ? Itukan mendahului kehendak Tuhan namanya,” jelas Haryanto.

Menurut Haryanto, dari 12 ribu peserta mandiri yang sudah terdaftar di kantor BPJS Rembang, rata-rata mereka memilih layanan kelas III, yang hanya dengan Rp 25.500 rupiah untuk pembayaran premi dalam satu bulan.
Ia juga menerangkan, meski peningkatan jumlah peserta yang belum terlalu signikan, menambah pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan yang di dapat dari iuran peserta BPJS mandiri.

Menurutnya, pada tahun 2014 sejak disosialisasikanya BPJS pertama kali di Indonesia, hingga saat ini hampir rata-rata BPJS masih banyak pengeluaran dibanding pemasukan yang didapatkan.

“Memang kita saat ini masih banyak pengeluaran dibanding dengan pemasukan yang ada. Apakah itu memang dipengaruhi dengan lambannya pembaran iuran setiap bulan per anggota atau gimana kita juga belum tahu itu. Yang jelas hingga saat ini kita belum bisa klop atau balance pemasukan itu,” bebernya.

Peserta BPJS Kabupaten Rembang, masih didominasi oleh peserta JKN KIS, dimana dibiaya preminya, masih ditanggung dengan APBN. (dari Rembang, ASMUI melaporkan)
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 4006386189241845696

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::