DKK Rembang, Masih Fokus Tekan Kasus Kematian Ibu Dan Bayi

-- --
Kepala Dinas Kesehatan Ali Shofi'i bersama Bupati Rembang Abdul Hafidz saat meninjau perbaikan sejumlah perbaikan sejumlah puskes di Kabupaten Rembang (foto cbfmrembang.com)
Rembang - cbfmrembang.com, Angka kematian ibu dan bayi yang dinilai masih relatif tinggi di Kabupaten Rembang, membuat Dinas Kesehatan, masih terfokus dengan perihal tersebut. Sampai dengan September 2016 tahun ini, ada 14 kasus kematian ibu, dan 106 untuk angka kematian bayi. 

Demikian disampikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Shofi'i saat ditemui dalam rangka peringatan kesehatan yang digelar oleh DKK pada Kamis (10/11) belum lama ini.

Menurut Ali Shofi, perihal yang masih menjadi perhatian pihaknya, antara lain, upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan penurunan penyakit menular, diantaranya, masih tingginya kasus DB, TB, HIV, dan program penyehatan lingkungan yang sedang digalakkan oleh pemerintah Kabupaten Rembang, menuju Kabupaten Rembang yang ODF 2017, dengan menganut pola hidup sehat.

"Terkait dengan peringatan HKN 2016 ini, kami dinas kesehatan Kabupaten Rembang tentunya ingin menyukseskan program kesehatan yang ada di kabupaten Rembang. Dimana program tersebut salah satunya penekanan angka kematian ibu dan bayi, dan juga penyakit yang menular,tingginya kasus DB, TB, dan HIV."jelas Ali Shofi'i

Selain penyakit menular, Dinas Kesehatan juga tengah disibukkan dengan maraknya penyakit tidak menular. Upaya yang tengah dilakukan sebagai langkah pencegahan yang dilakukan oleh, Dinas Kesehatan, menurut Ali Sofi'i, sudah mulai dilakukan dari hulu ke hilir, dengan mencanangkan pola hidup yang sehat.

Selain itu, kelas ibu hamil sudah dibuka disetiap desa, untuk mensosialisasikan program kesehatan bagi ibu hamil, sebagai langkah awal penekanan terhadap kasus kematian ibu dan bayi. 

"Pendekatan yang kita pakai memang pendekatan, tentunya pendekatan penangulangan resiko berbasis keluarga" tambahnya.

Selain itu, Ali Shofi'i mengaku sedang melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang ada di setiap rumah sakit dan puskesmas. Ia menambahkan, perbaikan rujukan disetiap puskesmas juga dilakukan, sebagai langkah penanganan terhadap setiap kasus. Pada tahun 2015, ada 134 kasus kematian bayi, dan 8 kasus kamtian ibu. (ASMUI /w ) 
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 4530510567229129028

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::