Enggan Tugas Jauh, Guru Di Desa Terkesan Minim

-- --
Similasi gambar wilayah terpencil yang menim guru di Indonesia
Rembang - cbfmrembang.com, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, Kabupaten Rembang masih kelebihan guru PNS. Pernyataan tersebut berbanding terbalik dari Kacamata Pemkab Rembang, yang mencatat jika Kabupaten Rembang mengalami kekurangan guru. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz seusai melantik ratusan Kepala Sekolah di aula lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Jum’at pagi (18/11).

Perbedaan tersebut terjadi, lantaran metode pendataan yang digunakan oleh kementrian dan pemkab Rembang, berbeda. Bupati menyebut, jika metode yang didigunakan oleh Kemendikbud, berdasarkan jumlah murid. 
Perbandindingan yang dihasilkan dari metode tersebut menghasilkan jumlah, 1 guru berbanding 30 murid, seperti standart yang diterapkan di kawasan Asia. Menurut perhitungan tersebut diketahui, saat Abdul Hafidz mengikuti Rakornas dengan kementrian pendidikan di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Salah satu yang kami usulkan adalah guru di Rembang kurang banyak.Namun setelah mereka membuka data, ternyata Rembang kelebihan guru. Kalau perbandingannya 1 : 30 maka diRembang sudah 1: 15, kelebihannya masih banyak. Tinggal distribusinya yang diatur,”ujarnya.

Menurut pantauan pemkab Rembang, Hafidz menyatakan, jika keberadaan guru di perkotaan sudah terlampau cukup. Ia menyebut, jika di wilayah pinggiran seperti di pelosok pedesaan, ia mengakui masih mengalami kekurang dan cenderung minim guru, apalgi yang berstatus PNS.

Kondisi di lapangan, di beberapa sekolah, guru berstatus PNS hanya 2, dan bahkan satu. Menurut data jika keberadaan Guru di Kabupaten Rembang baru terpenuhi sekitar 60 persen. Menurut Hafidz pendistribusian guru disetiap sekolah harus mulai dibenahi.

“Permasalahannya rata-rata guru inginnya bertugas di daerah kota. Lewat Bupati, Wakil Bupati, lewat DPR, Sekda, itu semua jalan yang salah. Jalan yang benar adalah sumpah janji ketika menjadi PNS, yang bersedia ditempatkan dimana saja.”

Selain memenuhi infrastruktur, dan mulai menggarap kawasan bahari sebagai sektor pariwisata yang diunggulkkan, sarana dan prasarana pendidikan juga tengah digodok oleh pemkab Rembang, termasuk tenaga pendidik.

Nursidi,Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Lasem yang mendapat amanah menjadi Kepala Sekolah baru di SMPN 2 Pancur mengaku siap, meskipun jaraknya tempuh dari rumah cukup jauh. Sesuai janji PNS siap ditempatkan dimana saja, yang diucapkan, ia mengaku siap memimpin di tempat yang baru.

“Apapun tugas yang diberikan oleh Pak Bupati itu adalah amanah, akan kami laksanakan dengan sungguh-sungguh. Sebelumnya saya wakil kepala sekolah di smpn negeri 1 lasem, hanya 200 meter dari rumah saya, sekarang 28 kilometer,akan saya laksanakan sebaik-baiknya,”pungkasnya.(ASMUI)

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 2062704323569042478

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::