Sanksi Dinilai Ringan, Perda Hiburan Akan Direfisi

-- --
Cafe-karaoke
Rembang - cbfmrembang.com, Sangsi bagi kafe karaoke yang dinilai masih terlalu ringan, membuat petugas satpol PP kabupaten Rembang, kesulitan menindak para pengusaha hiburan yang melakukan pelanggaran, dan sulit untuk ditertibkan.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz menjelaskan, keberadaan kafe karaoke secara hukum memang diperbolehkan. Tetapi, secara teknis keberadaan kafe karaoke tidak boleh tertutup, atau ada terdapat fasilitas room. Menurut Hafidz kafe karaoke yang menggunakan room hanya diperuntukan kafe di dalam hotel berbintang.

Hafidz membenarkan, jika perda hiburan yang mengatur tentang keberadaan kafe karaoke di Kabupaten Rembang belum menyesuaikan dengan peraturan yang ada. Ia berjanji, tahun 2017 mendatang, pemerintah akan melakukan revisi perda yang mengatur tentang hiburan, dimana didalamnya juga termasuk kafe karaoke yang menggunakan room.

Menurut data tahun 2014, tarif pajak karaoke sudah ditentukan 25 persen dari total omzet. Dengan 25 persen dari total omzet, penerimaan daerah hanya Rp125 juta per tahun. Jumlah tersebut dinilai masih rendah, jika melihat jumlah kafe karaoke yang ada di Kabupaten Rembang.( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 6617707709415240919

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::