Songsong Wisata Dunia, Lasem Berbenah

-- --
Foto Pantai Caruban yang merupakan pogram kawasan alas samudo welo
Lasem- cbfmrembang.com, Songsong di ajang lomba pariwisata tingkat dunia yang rencananya akan  digelar di Bangkok Thailand sekitar bulan Maret tahun depan Pihak desa dan kecamatan Lasem telah mempersiapkan diri dan siap mendukung event internasional tersebut. 

Kecamatan Lasem mengikuti ajang tersebut atas penunjukan pemerintah melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Dasun, Sujarwo saat kegiatan dialog Bupati Rembang bersama masyarakat kecamatan Lasem di pendopo kecamatan setempat, Selasa (8/11). 

Sujarwo mengusulkan  ada semacam Landmark di sekitar depan Masjid Jami’ yang menunjukkan bahwa Lasem merupakan Kota Tua, kota besar dan Kota Wisata. Kepedulian terkait l kebersihan kota, pembuangan sampah termasuk kebersihan sungai Babagan.

"Insya Allah, nantinya Kecamatan Lasem dan pariwisata Lasem akan diikutkan lomba pariwisata dunia, dan diharapkan akan menjadi pariwisata tingkat dunia. Harapan dengan banyak situs sejarah yang ada di Kecamatan Lasem, dapat meningkatkan kesiriusan pemerintah Daerah dalam menggarap pariwisata di Kecamatan Lasem". jelasnya.

Permasalahan kedua adalah  soal sampah di sungai Babagan, padahal Pihak desa sedang menata desa  tujuan wisata, Pihaknya minta dari Pemkab ada sosialisasi bahayanya pembuangan sampah di sungai.

Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz mengatakan Pemerintah Kabupaten Rembang sudah berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata. Tahun 2017 mendatang Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 4 milyar untuk penataan kawasan Alas Samudra Wela yakni desa Pasar Banggi, Tritunggal, Punjuharjo kecamatan Rembang, Gedong Mulyo, Tasiksono dan Dasun Lasem. 

Selain Alas Samudra Wela, tahun depan Pemkab juga mulai menggarap potensi wisata yang ada di Goa dan Sendangcoyo.
Bupati berpesan kepada pihak desa agar tidak khawatir ketika Pemerintah daerah ikut membantu mengembangkan potensi wisata yang ada di desa. Pengembangan pariwisata membutuhkan SDM dan manajemen yang bagus, soal keuntungan akan dibagi dengan desa, yang terpenting pariwisata bisa mensejahterakan masyarakat setempat.

Terkait Lasem sebagai kota wisata dan maju dilomba pariwisata, Bupati ingin ada koordinasi antara Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) dengan perwakilan Lasem dalam hal ini Camat ataupun Kepala Desa. Ditambah  Pemkab akan menyediakan biaya.

Untuk sungai Babagan Pemkab sudah membiayai normalisasi sungai sebesar Rp. 800 juta. Selain itu pencegahan untuk pembuangan sampah ke sungai akan ditempuh agar masyarakat sadar tidak membuang sampah sembarangan akan dilaksanakan tahun 2017.

Sementara itu, Sekretaris Dinbudparpora, Suryawan menambahkan tahun ini pihaknya sudah membuat masterplan mulai dari desa Caruban, Karangturi sampai Binangun. Pembahasan tata ruang sungai Babagan juga dilakukan  Selasa depan , termasuk bantuan keuangan untuk desa Goa dan  dilaksanakan peninjauan ke Lapangan seperti situs makam Bupati Lasem.

"Tahun ini sudah dibuat lesterbanyak, mulai dari Caruban, Karang turi, dan Binangun. Juuga sudah dibahas tataruang kalibagan. Termasuk bantuan keuangan yang sudah diklarifikasi dan peninjauan lapangan, mengenai pembangunan makam bupati Lasem".tambahnya

Di ujung timur jalur pantura, Dinbudparpora tengah menyelesaikan pembangunan rest area di pantai Binangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp. 2,5 milyar. Rest area tersebut dimaksudkan untuk menambah daya tarik wisata di pantai tersebut, karena dilengkapi dengan tempat penjualan produk khas, Mushola dan MCK.(Mufti affandi / w)

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 7950209560332590695

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::