Babadan Masih Menyisakan Beberapa Program Yang Belum Terealisasi

-- --
Serahterima jabatan kepala desa Babadan dari penjabat kepala desa- Jasi (berseragam PNS) kepada kepala desa definitif- Lastari (berseragam batik) disaksikan oleh ketua BPD- Sudarno
Kaliori- cbfmrembang.com, Jabatan kepala desa Babadan, kecamatan Kaliori, hari Selasa (20/12) diserahterimakan dari penjabat kepala desa- Jasi kepada kepala desa definitif- Lastari dibalai desa setempat, Jasi  memegang pemerintahan desa Babadan selama 3 tahun kurang 1 bulan, namun masih menyisakan beberapa program yang belum terealisasi.

Jasi mengakui selama menjadi penjabat kepala desa Babadan tercatat program kerja yang belum terselesaikan di tahun 2016 masih menyisakan sekitar 8 persen,  diantaranya kesejahteraan perangkat desa melalui BPJS,  program ini belum terealisasi karena belum adanya aturan yang kuat sehingga belum direalisasikan. Dilanjutkan rencana pembentukan Komite Perlindungan Anak Desa (KPAD)  belum terealisasi mengingat banyaknya tahapan-tahapan yang harus dijalankan.

Sedangkan program pemerintah kabupaten Rembang berupa Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) direncanakan tahun 2017 nanti dan pembangunan infrastruktur jalan poros desa dari Pemerintah Kabupaten Rembang juga direncanakan tahun 2017 nanti.

Kepala desa Babadan Lastari mengatakan, setelah kepala desa terpilih hasil pemilihan kepala desa akhir nopember dilantik pada Jum'at (16/12) lalu, mulai  hari selasa (20/12) secara resmi Ia diberi wewenang atau tanggung jawab menahkodai desa Babadan dan mengemban amanat rakyat desa Babadan. 

Lastari berharap adanya dukungan masyarakat desa Babadan dalam menjalankan  program-program yang akan dijalankan kedepan. 

Ketua BPD desa Babadan- Sudarno menerangkan kekosongan  jabatan anggota BPD yang ditinggalkan Lastari tidak akan diisi karena keanggotaan BPD di desa Babadan 11 orang.Sesuai  peraturan yang baru maksimal diisi 9 orang. Terlebih saat ini keanggotaan BPD di desa Babadan 9 orang. Dengan rincian 11 orang berkurang 2 karena Lastari mengundurkan diri mencalonkan kepala desa dan Didik Dwi Sholeh pindah ke luar desa.

Sedangkan jabatan di pemerintah desa yang semula JASI menjadi Penjabat Kepala Desa sekarang kembali menjadi Sekretaris Desa sebelum ada peraturan penarikan Sekretaris Desa Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke kecamatan atau Pemerintah kabupaten. Sedangkan jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa yang dirangkap oleh Kepala Dusun- Suwarlan dicabut.( Masudi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 5053054022339858389

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::