Lembaga Pembelajaran Kejar Paket C Tak Ikut Alih Kelola

-- --
lembaga pembelajaran kejar paket C tak ikut diambil alih pengelolaanya oleh pemprov
Rembang-cbfmrembang.com, Berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terdapat perubahan pembagian urusan dalam pengelolaan bidang pendidikan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Pendidikan menengah (SMA/SMK) yang sebelumnya ditangani pemerintah kabupaten/kota berdasar payung hukum tersebut kewenangan pengelolaannya beralih ke pemerintah provinsi dan berlaku per Januari 2017.

Namun ternyata alih kelola tadi tak berlaku untuk pendidikan non formal yakni pada lembaga pembelajaran kelompok belajar (kejar) paket C atau setara dengan SMA sederajat. Tentunya hal ini disambut gembira pengelola pendidikan kesetaraan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota karena tak harus ikut ribet melaksanakan persiapan pengalihan.

Kasi Kesetaraan Bidang Pendidikan Non Formal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Agus Sugiyanto mengatakan,  sejauh ini diketahui Undang-Undang nomor  23 tahun 2014 hanya berlaku untuk pendidikan formal jenjang SMA dan SMK. Sehingga semua bentuk pendidikan non formal tetap dalam penanganan pemkab/pemkot dan ada kemungkinan nantinya diperbantukan dalam hal-hal tertentu bersifat khusus.

Agus Sugiyanto terangkan di penddikan non formal kebanyakan lembaga pembelajaran sekaligus membuka kejar paket B setara SMP sederajat dan C setara SMA sederajat secara bebarengan. Sifatnya menyambung yakni warga belajar setelah lulus kejar paket B langsung melanjutkan ke kejar paket C.

Sehingga bila ikut dipisah pengelolaannya antara ditangani pemprov dan pemkab/pemkot untuk kejar paket B dan C pasti sangat menyulitkan bagi pemilik lembaga pembelajaran itu. Disebutkan pula pemerintah pusat benar-benar berkeinginan menunjukkan perhatian pada dunia pendidikan, tak membedakan perlakuan antara jalur formal dan non formal, terbukti kurun dua tahun belakangan ujian nasional dibarengkan hanya dibedakan waktu pelaksanaan yaitu pagi dan siang.

Agus Sugiyanto tambahkan pada tahun pelajaran 2016/2017 untuk penyelenggara kejar paket C jumlahnya berkurang, dari semula 30 menjadi 25 lembaga pembelajaran, 5 yang mundur diketahui tidak membuka karena tak ada warga belajarnya. 

Selain itu ada pula 5 lainnya yang dalam pembiayaan disuport oleh CSR PT Semen Indonesia sehingga meringankan beban dana operasionalnya terdiri PKBM Ar Rohman Desa Karangasem Kecamatan Bulu, PKBM Ngudi Kaweruh Desa/Kecamatan Sale, PKBM Bina Remaja Desa/Kecamatan Pamotan dan PKBM Aji Gineng Desa Trembes serta LKP Siap Mandiri Desa Suntri keduanya dari Kecamatan Gunem. (heru budi s )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 663028573907736837

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::