Pasca Disegel, Perlu Penegakan Hukum Berkelanjutan

-- --
Wabup Bayu Andriyanto heran jauh di pelosok pedesaan ada yang buka tempat nyanyi tak berijin
Rembangcbfmrembang.com, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto pasca memimpin operasi gabungan penertiban tempat hiburan karaoke yang kedua pada Jumat (9/12/2016) malam,  menegaskan perlu adanya pantauan khusus terhadap lokasi-lokasi yang telah disegel. Para Camat dan Kades diminta pro aktif membantu melakukan pengawasan dan segera melapor jika kedapatan ada yang nekad beroperasi sebelum pemilik/pengelola mengurus atau memperbaharui ijin sesuai peruntukannya. 

Disampaikan Bayu, bila terkait dengan penertiban kafe karaoke pihaknya berlaku prosedural, bagi yang melanggar pastinya harus disegel dan pemilik/pengelola diminta datang ke KPPT untuk mengurus atau memperbaharui ijin. Pemkab tak akan mempersulit sebatas syarat dipenuhi tentu mereka kembali dapat beroperasi.
Disinggung jika ada yang nekad buka sebelum mengantongi ijin baru, Wabup Bayu Andriyanto tegaskan akan membawanya ke ranah hukum. Bahkam tak menutup kemungkinan diberikan sanksi tambahan yang lebih tegas. 

Wabup Bayu Andriyanto tambahkan Pemkab Rembang segera menerbitkan surat edaran ditujukan Kades dan Camat agar mendata warung kopi dan tempat hiburan lain yang harus dipastikan telah mengantongi iijin. Pemda tak bermaksud menghambat warga yang memiliki usaha namun semua harus memenuhi regulasi yang berlaku.

Camat Kragan Mashadi yang malam itu berada di sejumlah kafe karaoke yang ditutup sementara mengatakan karena penegakan hukum telah diambil oleh Pemkab Rembang, tentu pihaknya wajib mengawal. Lokasi dipantau secara ketat untuk memastikan tak ada pelanggaran lanjutan pasca disegel. 

Sedangkan Kasi Pengelolaan Ijin pada KPPT Kabupaten Rembang, Abdul Rozak mengatakan sebagian dari tempat karaoke yang disegel sebenarnya telah berijin hanya saja disalah gunakan. Seperti halnya di rumah maka. Pondok Asri, Teras Kota dan Eco (eks Dishub) yang berfasilitas karaoke tetapi wujudnya room dan ini yang dinilai melanggar ketentuan yang mestinya berupa hall. 

Solusinya mereka harus datang ke KPPT sambung Abdul Rozak, untuk yang sama sekali belum berijin wajib mengurusnya sedangkan bagi rumah makan berfasilitas karaoke harus memperbaharui supaya sesuai dengan peruntukkannya. Seperti halnya 8 kafe karaoke resmi yang beroperasional di wilaysh setempat terdiri Mamamia, Srimpi, Palapa, Galaxy, Dimensi, California, Maya dan JNT. (Heru budi s)

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 8793500025327766066

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::