Ribuan Warga Ring Satu Menuntut Pabrik Semen Segera Beroprasi

-- --
Ribuan warga ring satu menuntut pabrik semen segera beroprasi, peserta berjalan dari timur, menuju kebarat, mengarah ke kantor Bupati Rembang ( foto : cbfmrembang.com )
Rembang - cbfmrembang.com, Tak mau kalah dengan segelintir warga yang menentang berdirinya pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, Kamis pagi (22/12) ribuan warga desa yang berada di daerah ring satu menggelar aksi damai, mendatangi kantor bupati, dengan membawa tuntutan, pabrik semen segera beroprasi.

Aksi yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ibu ke 88 hari ini, sebagian besar peserta aksi terdiri dari kaum perempuan. Setelah berkumpul di alun-alun kota Rembang, ribuan warga tersebut, kemudian  long march, menuju kantor Bupati Rembang.

Dalam orasinya, di depan Kantor Bupati Rembang, Dwi Joko Supriyanto, salah satu tokoh Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem menyampaikan, jika warga di Kabupaten Rembang, khususnya yang berada di Ring I Pabrik Semen Indonesia, selama ini berdiam diri bukan tidak setuju.

“Kita berdiam diri bukannya tak setuju dengan pabrik semen. Tetapi, setelah adanya isu bahwa pabrik semen akan ditutup, maka kami harus berbuat. Karena, hal itu sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya isu penutupan pabrik Semen Indonesia yang semakin santer diberitakan di media masa, yang membuatnya bersama ribuan warga, kemudian melakukan aksi damai untuk mendukung segera beroperasinya pabrik semen Indonesia di Kecamatan Gunem. 

“Gerakan ini merupakan satu tekat warga Rembang, untuk bersatu mendukung pabrik semen. Kami ingin sejahtera, sebab kami sudah lama mengalami kemiskinan. Dengan berdirinya pabrik, kami juga ingin bisa sejajar dengan daerah lain. Seperti halnya Kudus dan sekitarnya,” ungkapnya.

Pada hari yang sama, sebelum berlangsungnya aksi, perwakilan pihak PT Semen Indonesia dikabarkan bertamu di kediaman KH Maimun Zubair untuk meminta do'a restu, agar pabrik semen Indonesia dapat segara beroprasi.

Menurut Gus No, salah satu peserta aksi, jika penolakan yang dilakukan oleh sebagian kecil warga di wilayah ring satu sudah tidak murni lagi, melainkan, ditunggangi oleh pihak luar Rembang yang berkepentingan. Selain itu, beberapa tokohnya yang menyatakan menolak, bukan berasal dari wilayah Kabupaten Rembang.

Arus lalu lintas sempat macet, lantaran banyaknya massa yang ikut menyampaikan tuntutan. Selain itu, Puluhan polisi lalulintas nampat sibuk mengatur buka tutup jalur, lantaran peserta aksi memakan separuh jalan pantura, menuju kantor Bupati Rembang. Sehingga polisi memberlakukan satu jalur disebelah utara untuk dua lajur( Mufti Affandi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 5854837973768403608

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::