Angka Kecelakaan Meningkat, Pemkab Usul Jalan Lingkar Segera Direlisasi

-- --
Bupati Rembang, saat menerima kunjungan DPD RI Bambang Sadono

Rembang - cbfmrembang.com, Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di kawasan Pantura, diduga sebagai pemicu tingginya angka Kecelakaan pada 2016 di Kabupaten Rembang. Pada 2016, tercatat 470 kasus kecelakaan yang terjadi, dan 123 nyawa menjadi melayang dijalanan.

Padatnya arus lalu lintas saat jam keberangkatan sekolah, membuat pemkab Rembang berharap adanya jalan lingkar di Kabupaten Rembang, sebagai alternatif untuk mengurangi kecelakaan, sekaligus padatnya arus lalu lintas.

Beberapa waktu yang lalu, pihak kepolisian Resort Rembang sempat mengusulkan kepada Pemkab, untuk melarang kendaraan bersumbu besar melintas di jalan raya pantura Rembang saat jam berangkat sekolah, hal itu dimaksutkan untuk memberikan rasa aman kepada para pelajar saat berangkat sekolah.

Jika hal tersebut dilakukan, Bupati Rembang Abdul Hafidz khawatir, dapat mengganggu sistem perekonomian Nasional. Menurutnya, satu jam saja kendaraan berat dilarang melintas pantura, besar kemungkinan roda perekonomian dipastikan akan terganggu.

"Kamarin Polres mengusulkan kepada Pemkab jam 06.30 wib - 08.00 wib untuk kendaraan bersumbu besar untuk tidak melintas. Maka satu jam berhenti akan mengganggu ekonomi makro. Maka permintaan polres masih kami diskusikan lagi, agar tidak disalahkan pemerintah pusat" jelas Hafidz.

Kondisi emergency lalu lintas yang membuat pihak polres Rembang membuat usulan larangan melintas bagi kendaraan bersumbu besar saat jam sekolah dinilai sebagian pihak cukup bijak sana. Tercatat ada 22.000 kendaraan bersumbu 6 dan lebih yang setiap hari melintas.

Menurut Hafidz salah satu solusi yang dapat mengatasi kepadatan lalu lintas, diantaranya keberadaan jalan lingkar sesegera mungkin. Hal tersebut diusulkan Abdul Hafidz saat menerima kunjungan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Bambang Sadono. 

Jalan yang dikabarkan mempunyai panjang 25,67 kilometer dan lebar 20 meter, hingga kini dikabarkan masih menjalani uji kelayakan di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) V Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Rencananya jalan tersebut akan melintasi 3 Kecamatan, yaitu Kaliori, Rembang, dan Lasem. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 8281138612568343799

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::