Di Hadapan Ganjar, Nelayan Rembang Keluhkan Tiga Hal

-- --
Suasana saat Ganjar Pranowo melakukan jagong dengan para nelayan dialun-alun Rembang ( foto:cbfmrembang.com)
REMBANG - cbfmrembang.com, Dihadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Rabu malam (18/01), puluhan perwakilan nelayan di Kabupaten Rembang mengadukan tiga hal. Diantaranya, waktu rileksasi hanya enam bulan dianggap terlalu, pendek lantaran, sampai bulan Januari 2017, sebagian besar nelayan di Kabupaten Rembang belum melaut, karena belum melengkapi pakta integritas sebagai persyaratan utama belum di penuhi. Sehingga masa rileksasi hanya tinggal 5 bulan saja.

Selain itu, nelayan hingga Januari mengaku masih kesulitan untuk mengakses permodalan. Hal tersebut disampaikan oleh Musyafa' juragan kapal dari Desa Tanjungsari. Dihadapan Ganjar, ia mengaku, setiap kapal membutuhkan biaya hingga milyaran rupiah, sementara ia mengaku punya 11 kapal cantrang yang terdari dari berbagai ukuran, kecil hingga besar.

"Terkait permodalan pak, kami masih kesulitan mengakses modal karena dengan jumlah itu, kami harus menambah agunan, sementara kami tak punya agunan lagi" tututrnya dihadapan Ganjar.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengajak seluruh nelayan di Kabupaten Rembang untuk menyepakati aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah dan diberlakukan. Menurutnya, Permen KP yang sudah diturunkan sudah tidak mungkin untuk dicabut lagi. 

Terkait dengan kekhawatiran para nelayan, Ganjar meminta para nelayan untuk optimis dijalankan dan mencari solusi. Terkait tentang berhasil atau tidaknya dengan alat tangkap yang baru, baru dipikirkan solusi yang paling terakhir, mau meminta revisi Permen KP, atau mengajukan permohonan untuk tetap mempertahankan cantrang.

"Yang penting kita sepakat dulu, karena Permen Sudah terlajur dibuat dan ditirunkan. Kita cari solusi bersama baik masalah permodalan dan yang lain sebagainya kita pikirkan bersama. Kalau memang gagal dengan alat tangkap yang baru, nah baru kita pikirkan ataukah mau mempertahankan cantrang atau yang lain" jelaskan.

Sementara itu, Rasno salah satu perwakilan cantrang, menilai malam ini nelayan belum menemukan solusi yang dibutuhkan oleh para nelayan. Namun demikian, ia tetap akan menjalankan apa yang sudah disarankan oleh Gubernur, untuk mencari alternatif bersama. Menurut Rasno, solusi untuk nelayan di cantrang di Kabupaten Rembang, adalah bekerja dan bekerja. (ASMUI)

Berita Terkait

Terbaru 4382850142440741738

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::