Rutan Rembang Digledah, Polisi Temukan Belasan Barang Terlarang

-- --
Puluhan anggota polisi lakukan sidak di Rutan Rembang 
REMBANG - cbfmrembang.com, Sebagai upaya mengantisipasi maraknya tahanan kabur di berbagai daerah, pada Rabu pagi (25/01), Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Rembang di geledah. Polisi berhasil menemukan belasan barang terlarang  yang  dibawa kedalam rutan. Belasan barang tersebut diantaranya, 11 korek api jenis gas, 3 gunting kecil, 5 pucuk paku dengan panjang 10 cm, dan beberapa potongan kaca serta satu buah ikat pinggang.

Ada 34 kamar yang dihuni 74 nara pidana dan 56 tahanan diperiksa dengan sangat teliti, oleh puluhan anggota polres Rembang yang dibagi menjadi dua tim. Selain itu, polisi juga mengambil secara acak, sempel urien dari 10 narapidana untuk memastikan para napi terbebas dari narkotika.

Dalam kesempatan itu, Kabag Ops Polres Rembang Kompol Yohan Setiajid menjelaskan, inspeksi mendadak atau sidak  merupakan bagian langkah antisipasi kaburnya tahanan yang ada di berbagai daerah, seperti di rutan Nusakambangan, belum lama ini.

Ia menambahkan, dari inspeksi yang dilakukan, pihaknya tidak menemukan barang yang mengandung zat narkotika. Selain itu, sepuluh narapidana yang diambil secara acak untuk menjalani tes urien, dipastikan terbebas dari narkoba.


"Inspeksi kali ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kaburnya tahanan yang ada di berbagai daerah seperti nusakambangan. Selain itu, kita juga melakukan tes urin 10 tahanan, yang diambil secara acak. Kami hanya menyita barang larangan untuk dibawa kedalam rutan seperti korek api" jelasnya.

Terkait dengan isu adanya kekerasan antar napi dan tahanan di rutan Rembang, Kepala Subseksi Pembinaan Rutan Rembang Sri Nurwiyati menambahkan,  kondisi hubungan antar narapidana dan tahanan terlihat baik-baik saja.

Ia juga menyebut untuk kondisi rutan kelas II B Rembang saat ini mengalami overload. Rumah tahanan yang seharusnya ditempati oleh 112 napi, kalih ini ada 130 nara pidana yang menjadi binaan rutan Rembang.

" Memang kondisi saat ini overload ya, sehingga satu kamar harus dihuni sekitar 30 orang. Tahun 2016 kita menitipkan 6 tahanan dirutan lain yang mau menerima " kata Sri Nurwiyati 

Dengan kondisi yang demikian, Sri Nurwiyati mengaku pihaknya telah meningkatkan sistem keamanan yang ada di dalam rutan. Sehingga kemungkinan adanya tahanan yang kabur, menurutnya sangat kecil kemungkinan itu terjadi.

"Kami telah meningkatkan keamanan rutan, sehingga kenungkinan tahanan yang kabur seperti belakangan, sangat kecil kemungkinannya" tutupnya. (  ASMUI  )

Berita Terkait

Utama 5248941785695309419

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::