Setelah Dirawat 4 Hari Sasa Meninggal , Disayangkan Pihak RSUD Menyebut Hanya Sehari Dan Sudah Kritis

-- --
Camat Rembang kota, saat sidak di Desa Turusgede Dusun Nrondo di Rt 3 Rw 1 (foto:cbfmrembang.com)
REMBANG - cbfmrembang.com, Sasa anak berusia (7) putri dari pasangan Lasmini dan Totok, warga RT 3 RW 1 Dusun Ngrondo Desa Turusgede ini meninggal setelah mendapatkan perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang selama 4 hari.  Menurut ayah korban, kata dokter Sasa terjangkit Demam berdarah (DB).

Selain itu, ayah Sasa mengaku awal mulanya pada hari Kamis malam badan Sasa mengalami demam tinggi. Kedua orang tuanya pun langsung mengambil tindakan untuk memeriksakan anak keduanya itu kefasilitas kesehatan pertama yaitu puskeamas pada Jum'at pagi.

Dari puskesmas, orang tua Sasa mendapatkan saran, untuk kembali melakukan pemeriksaan ke dokter anak, jika obat yang diberikan tak kunjung membaik. Dengan saran yang diberikan oleh tim medis puskesmas, orang tua Sasa pun langsung membawa Sasa ke salah satu dokter spesialis anak terlebih dahulu. 

Setelah mendatangi salah satu dokter spesialis anak yang ada di Rembang, Sasa diberikan obat jalan. Namun orang tua Sasa disarankan, jika sampai siang tak ada perubahan, sang dokter menyarakan segera di rujuk ke UGD.

Mendapatkan saran yang demikian, pada hari Sabtu, Sasa pun dibawa ke rumah sakit oleh kedua orang tuannya. Setelah 3 hari tak ada perubahan orang tua Sasa meminta rujukan, untuk dibawa ke salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Pati. Menurut keterangan orang tua Sasa, pihak rumah sakit berulang kali meyakinkan jika masih mampu menangani pasiennya. 

"Pada Senin malam, saya meminta rujukan agar anak saya di rujuk ke rumah sakit yang lain. Tetapi asisten dokter  berulangkali menyakinkan saya jika pihak rumah sakit masih mampu menangani. Asisten dokternya ngomong gitu mas. Terus pada selasa pagi di rujuk ke ICU, dan meninggal" jelasnya sambil terbata bata.

Orang tua Sasa pun merasa dipersulit saat meminta rujukan, padahal anaknya sudah dalam kondisi kritis. 

Sementara itu Kepala Desa Turusgede Didik Teguh Santoso mengaku, sudah sering kali mendapatkan keluhan terkait pelayanan di rumah sakit umum daerah dr R Soetrasno Rembang. Tak sampai disitu, Teguh menuding pihak rumah sakit kurang tanggap dan pelit dalam memberikan rujukan. 

" Saya banyak mendapatkan keluhan terkait pelayanan di RSUD Rembang. Kurang tanggap gitu lo, ini nyawa gitulo, sekali lengah anak kita hilang" tutur Teguh.

Melalui Kepala Humas RSUD dr R Soetrasno Rembang saat dikonfirmasi media terkait kasus kematian Sasa salah seorang pasien DB asal Desa Turusgede menjelaskan jika Sasa baru dirawat sehari di ICU dan langsung meninggal. 

Ketika ditanya seputar penyakit yang diderita Sasa, Giri menjelaskan pihaknya belum dapat memastikan lantaran belum ada kejelasan dari tim medis.

Terkait jumlah pasien asal Desa Turusgede yang terindikasi DB, ia pun tak dapat menjelaskan berapa jumlahnya. Ia hanya menyebutkan ada banyak pasien DB tetapi dari berbagai daerah bukan hanya di Desa Turusgede saja.

Menurut hasil sidak dari tim Puskesmas Rembang 2 bersama forkompimcam Kecamatan Rembang kota, di Desa Turusgede ditemukan 14 kasus DB. Jumlah tersebut paling banyak berada di Rt 3 Rw 1, dengan satu korban meninggal dunia yaitu Sasa.

Camat Rembang kota saat ditemui wartawan menyebut  pihaknya merasa kecolongan dengan adanya kejadian yang luar biasa itu. Padahal biasanya jika ada laporan, disetiap desa  hanya ada satu sampai dua kasus tak lebih. Tetapi awal Januari sudah ditemukan 14 kasus dengan satu meninggal dunia. (ASMUI)

Berita Terkait

Utama 6356794289619567471

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::