Tren Wisata Air, Pantai Kartini Berbenah

-- --
Area Taman Kartini ( foto: cbfmrembang.com )
Rembang cbfmrembang.com, Munculnya wahana wisata baru berbasis pantai dan laut di Kabupaten Rembang, petlahan tapi pasti berimbas ke saudara tua tempat rekreasi Taman Kartini. Lokasi berlibur yang dahulu menjadi kebanggan dan unggulan di wilayah setempat itu kini mulai sepi pengunjung.

Mengetahui hal tersebut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ditugaskan melakukan monitoring dan bertemu dengan pihak ketiga pengelola Taman Kartini, membahas rencana Pemkab Rembang yang akan meluncurkan program baru penataan tempat rekreasi tersebut di tahun ini untuk meningkatkan kunjungam wisatawan.

Usai petemuan Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Dwi Purwanto menyampaikan banyak hal yang dibahas dengan pihak pengelola, berkaitan dengan konsep pengembangan yang diagendakan Bupati dan Wakil Bupati tentang destinasi wisata. 

Nantinya tak sekedar menjual latar belakang pantai dan laut saja tetapi komplit dengan kuliner Sambung Dwi Purwanto dalam waktu dekat Taman Kartini dilengkapi pusat jajan serba ada (pujasera), dipasang lampu hias berikut pembenahan infrastruktur yang mulai rusak. Disinggung pembiayaan disebutkan untuk hal-hal kecil dibebankan pengelola da. lainnya dicover pemda.

Terpisah Murwadi penanggung jawab operasional Tanan Karini sekaligus mewakili pihak ketiga pengelola menyebutkan munculnya lokasi wisata baru berbasis pantai dan laut seperti Karang Jahe Beach dan Pantai Caruban jelas berdampak besar baginya. 

Di dua tempat tadi pengunjung tak harus membeli tiket dan juga bebas dari setoran ke PAD, sementara dia harus menyerahkan Rp1 miliar per tahum ditambah pajak hiburan Rp30 juta.

Pihaknya mendukung penataan dan pengembangan potensi Taman Kartini namun diharapkan ada sharing pembiayaan dalam ketika direalisasikan. Seraya mengatakan meski berat dengan besarnya setoran Rp1 milyar akan tetapi bila ada peningkatan potensi wisata. pastinya menjadi ringan.

Sambung Murwadi rencananya mulai bulam depan kembali menampilkan hiburan live music mengusung grup-grup band lokal untuk meningkatkam animo warga berkunjung ke Taman Kartini. Pasalnya bila hanya mengandalkan area hiburan kolam renang saja pastinya terkesan monoton.

Ditambahkan. kontrak pengelolaan Taman Kartiini antara perudahaannya dengan Pemkab Rembang berlaku mulai 1 jan 2014 dan berakhir 31 des 2018. Kondisi belakangan ini tingkat kunjungan makin turun, tahun lalu terdata berjumlah 235 ribu orang menurun menjadi 170 ribu orang. ( Heru Budi S ) – cbfmrembang.com, Munculnya wahana wisata baru berbasis pantai dan laut di Kabupaten Rembang, petlahan tapi pasti berimbas ke saudara tua tempat rekreasi Taman Kartini. Lokasi berlibur yang dahulu menjadi kebanggan dan unggulan di wilayah setempat itu kini mulai sepi pengunjung.

Mengetahui hal tersebut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ditugaskan melakukan monitoring dan bertemu dengan pihak ketiga pengelola Taman Kartini, membahas rencana Pemkab Rembang yang akan meluncurkan program baru penataan tempat rekreasi tersebut di tahun ini untuk meningkatkan kunjungam wisatawan.

Usai petemuan Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Dwi Purwanto menyampaikan banyak hal yang dibahas dengan pihak pengelola, berkaitan dengan konsep pengembangan yang diagendakan Bupati dan Wakil Bupati tentang destinasi wisata. 

Nantinya tak sekedar menjual latar belakang pantai dan laut saja tetapi komplit dengan kuliner Sambung Dwi Purwanto dalam waktu dekat Taman Kartini dilengkapi pusat jajan serba ada (pujasera), dipasang lampu hias berikut pembenahan infrastruktur yang mulai rusak. Disinggung pembiayaan disebutkan untuk hal-hal kecil dibebankan pengelola da. lainnya dicover pemda.

Terpisah Murwadi penanggung jawab operasional Tanan Karini sekaligus mewakili pihak ketiga pengelola menyebutkan munculnya lokasi wisata baru berbasis pantai dan laut seperti Karang Jahe Beach dan Pantai Caruban jelas berdampak besar baginya. 

Di dua tempat tadi pengunjung tak harus membeli tiket dan juga bebas dari setoran ke PAD, sementara dia harus menyerahkan Rp1 miliar per tahum ditambah pajak hiburan Rp30 juta.

Pihaknya mendukung penataan dan pengembangan potensi Taman Kartini namun diharapkan ada sharing pembiayaan dalam ketika direalisasikan. Seraya mengatakan meski berat dengan besarnya setoran Rp1 milyar akan tetapi bila ada peningkatan potensi wisata. pastinya menjadi ringan.

Sambung Murwadi rencananya mulai bulam depan kembali menampilkan hiburan live music mengusung grup-grup band lokal untuk meningkatkam animo warga berkunjung ke Taman Kartini. Pasalnya bila hanya mengandalkan area hiburan kolam renang saja pastinya terkesan monoton.

Ditambahkan. kontrak pengelolaan Taman Kartiini antara perudahaannya dengan Pemkab Rembang berlaku mulai 1 jan 2014 dan berakhir 31 des 2018. Kondisi belakangan ini tingkat kunjungan makin turun, tahun lalu terdata berjumlah 235 ribu orang menurun menjadi 170 ribu orang. ( Heru Budi S )

Berita Terkait

Terbaru 6366681121729539221

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::