Bupati: Disayangkan Peristiwa Pemblokiran Tapak Pabrik Semen

-- --
Bupati Abdul hafidz menyayangkan adanya pemblokiran tapak pabrik semen Indonesia 
REMBANG-cbfmrembang.com, Adanya  peristiwa pemblokiran akses masuk tapak pabrik semen milik PT. Semen Indonesia sangat disayangkan oleh Bupati Rembang H Abdul hafidz. 

Peristiwa pemblokiran akses masuk ke tapak pabrik yang dilakukan oleh warga yang menolak pabrik semen seharusnya tidak perlu dilakukan, karena karyawan yang masuk hanya melakukan aktivitas perawatan alat, dan pengamanan saja, tidak ada aktivitas penyempurnaan pabrik.

Disebutkan Bupati, Pemblokiran juga menjadi salah satu penyebab warga melakukan pembongkaran. Selain itu warga menganggap selama ini adanya tenda-tenda dari kedua pihak di dekat akses masuk pabrik menjadi salah satu simbol atau pemicu konflik.

Namun di sisi lain dirinya mengapresiasi kedua belah pihak baik pendukung maupun penolak pabrik, Pasalnya peristiwa pemblokiran jalan sampai pembongkaran tenda-tenda milik pihak pro maupun kontra yang dilakukan oleh ratusan warga yang bukan dari kedua pihak,Jum’at (10/2/2017) malam itu tidak terjadi bentrokan fisik.

Bupati Abdul Hafidz menyampaikan, dalam peristiwa tersebut tidak ada pembakaran tenda milik pihak kontra seperti apa yang disebarluaskan di media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal itupun sudah ditegaskan juga oleh pihak kepolisian saat gelar barang bukti di Mapolres,Minggu (12/2/2017) kemarin. Tenda mereka hanya dibongkar. Justru yang dibakar bambu dan kayu sebagai rangka tenda milik pihak pro.

Bupati berharap masyarakat kabupaten Rembang bisa merasa aman dan nyaman. Untuk mewujudkan itu harus ada kesiapan, kesigapan dan koordinasi yang baik dari pihak keamanan, pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

“Saya justru merasa resah ketika orang luar Rembang, dibilang provokasi tidak, tapi ikut ikut  untuk mendorong supaya ada pemblokiran. Mereka orang Pati ini kita sayangkan. Saya berharap semua masyarakat Rembang, baik pihak pro maupun kontra jangan sampai ada pihak luar yang mengobok-obok ketentraman masyarakat di  Rembang,”tegasnya.

Oleh karena itu Pemkab meminta pemerintah kecamatan, dan kades agar selalu berkoordinasi agar tidak ada kesalah pahaman. Jika ada permasalahan yang menemui jalan buntu tentu harus bermusyawarah duduk bersama terlebih dulu.

Bupati Abdul Hafidz juga menegaskan perlu ada komitmen bersama untuk menjaga kondusfitas, Semen Indonesia sudah melakukan upaya  koordinasi, pihak keamanan sudah memetakan permasalahan. Dan pemkab punya tanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan mensinergikan untuk kebaikan bersama.

Terkait kabar proses hukum yang ditempuh oleh pihak kontra ke Polda Jawa Tengah, Bupati mempersilahkan saja karena itu hak mereka. Di dalam prosesnya akan ada pembuktiannya.

“Silahkan saja itu hak mereka, Bupati hanya berharap  jangan sampai seolah-olah ada masalah besar di Rembang. Karena kenyataannya pembongkaran tenda-tenda tersebut tidak dilandasi niataan untuk memecah belah kedua pihak. Justru itu dilakukan untuk menyatukan warga kembali.”Ungkapnya

Sedangkan adanya penyebaran berita yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan di media sosial, masyarakat yang dirugikan bisa melaporkan ke pihak kepolisian. Begitupun dengan perlakuan tidak menyenangkan atau hujatan yang dialami oleh Kepala Desa yang dilakukan sejumlah pemilik akun medsos. 

“,Saya  menghimbau agar sebisanya semua masalah bisa diselesaikan dengan musyawarah terlebih dulu tidak usah menempuh jalur hukum“, imbuhnya.( Mufti Affandi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 5117824312990422037

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::