Dintanpan Intensifkan Pengendalian Kwangwung

-- --
Petugas  mencari uret atau gendu dan dikumpulkan dari kotoran sapi maupun ampas tebu kemudian dimusnahkan,
Rembang-cbfmrembang.com, Untuk mengendalikan hama kwangwung yang menyerang tanaman kelapa. Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang intensifkan pengendalian hama kwangwung. 

Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang Suratmin, menjelaskan ada beberapa media yang dijadikan tempat berkembang biak kwangwung, diantaranya kotoran sapi dan ampas tebu. Media tersebut juga harus menjadi perhatian selain menebang pohon yang telah terserang dan menginfus pohon yang belum terserang dengan pestisida sebagai  upaya preventif.

Pihaknya pada sampai bulan Oktober 2016  telah melakukan gerakan pengendalian kwangwung. Ada 12 lokasi sasaran di beberapa desa yang ada di kecamatan Sedan, Kragan,Sale, Pamotan dan Sarang yang merupakan sentra tanaman kelapa.

Sedangkan untuk pohon kelapa di Narukan dan Sedan yang menurut informasi terkena serangan kwangwung dalam waktu dekat ini juga akan ditinjau oleh petugas dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan.

"Pengendalian yang kita lakukan berupa insektisida sistemik dengan menginfus pohon kelapa. Dengan sistem sanitasi kita mengadakan pengendalian melalui kebersihan atau tanaman yang terserang kita tebang. Kemudian mencari uret atau gendu kita kumpulkan dari kotoran sapi maupun ampas tebu kemudian dimusnahkan,"terangnya.

Untuk di daerah lain yang belum menjadi sasaran gerakan pengendalian kwangwung akan segera disasar. Namun demikian dibutuhkan peran aktif masyarakat, terutama kebersihan sanitasi pasalnya tempat berkembangbiak gendu di media kotoran sapi dan ampas tebu tidak ditangani maka akan percuma.

"Seperti penanganan kotoran sapi ini harus dilakukan seperti mengubahnya menjadi pupuk organik,kalau didiamkan bisa untuk berkembangbiak kwangwung. Sedangkan ampas tebu di penggilingan gula tumbu tidak boleh dibiarkan di ruang terbuka,melainkan harus ditempatkan di ruang tertutup." paparnya

Menurut Suratmin pengendalian kwangwung di pohon kelapa ini berbeda dengan pengendalian hama di tanaman semusim seperti padi. Jika hama padi setelah disemprot sudah langsung bisa mematikan hama, lain dengan hama di pohon kelapa.

“,Kalau di padi setelah penyemprotan bisa langsung mematikan hama seperti walang sangit dan werengnya. Kalau tanaman tahunan seperti kelapa setelah dilakukan gerakan tidak langsung teratasi, butuh waktu sekitar enam bulan kemudian baru diketahui hasilnya”, Ujarnya

Sementara itu.kepala tehnik perlindungan tanaman Didik menambahkan pihaknya akan melakukan monitoring ke lokasi dimana serangan kwangwung terjadi. Seperti memantau luas serangan dan intensitas serangan kemudian diprogramkan untuk pengendalian.

"Kemungkinan serangan di Narukan ini pindahan kwangwung dari desa Sendangwaru. Karena kita kemarin menginfus pohon kelapa di sana, kwangwung terbang ke pohon kelapa di Narukan karena jarak tempuh terbang kwangwung ini lima kilo,"jelasnya.

Pengendalian memang dibutuhkan gerakan massal atau germas, secara terpadu. Tidak hanya menangani media kembangbiaknya di kotoran sapi dan ampas tebu tapi juga pohon kelapa yang sudah mati. 

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan jika pohon kelapa yang sudah mati maka menimbulkan serangan hama kedua yakni kumbang sagu. hama yang biasa disebut petani Kwati itu yang akan masuk ke titik tumbuh dan memakan pondoknya kelapa yang dampaknya pohon kelapa akan mati.

Cara lain yang bisa dilakukan dengan gerakan massal menangkap engkuk yang kemudian diberi jamur metalisium. Selanjutnya menangkap kwangwung dengan ferotrap, sekaligus injeksi batang atau akar.( Mufti affandi )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 6191301776994454985

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::