Gara-gara Kabar Hoax, Komnas Perempuan Turun Ke Rembang

-- --
Saat audiensi antara komnas perempuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, beserta pihak Polres Rembang, bertempat di ruang rapat kantor Bupati Rembang, terkait adanya laporan intimidasi terhadap para ibu-ibu ditenda perjuangan milik warga kontra pendirian pabrik milik PT Semen Indonesia
REMBANG - cbfmrembang.com, Maraknya kabar hoax terkait adanya kekerasan terhadap para perempuan penolak pendiarian pabrik milik PT Semen Indonesia di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pada Jum'at pagi (17/02/2017) turun ke Rembang.

Kedatangan rombongan anti kekerasan terhadap perempuan tersebut, dimaksudkan untuk melakukan klarifikasi, adanya laporan intimidasi terhadap sejumlah ibu rumah tangga yang ada di tenda perjuangan milik warga kontra saat pembongkaran tenda perjuangan milik kubu pro dan kontra pada 10 Februari 2017 belum lama ini. 

Pembongkaran yang dilakukan secara bersama-sama oleh warga diwilayah ring satu itu, lantaran adanya kesepakatan 4 Desa yang ingin kembali memupuk kerukunan tanpa adanya sekat, pro dan kontra yang selama ini terlihat adanya dua tenda yang berdiri karena adanya silang pendapat.

Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subakyto menegaskan, tidak ada unsur kekerasan saat peristiwa pembongkaran tenda tersebut yang dilakukan secara bersama-sama itu. Menurutnya, Polres Rembang hingga saat ini juga belum menerima adanya laporan tindak kekerasan dalam kejadian itu.

Terkait adanya isyu sara pembakaran kitab suci Al Qur'an, perlengkapan shalat seperti sajadah dan mukena, yang beredar melalui sosial media, wakapolres menegaskan jika kabar tersebut tidaklah benar benar adanya. 

Yang dibakar merupakan kayu bekas tenda milik warga yang mendukung berdirinya pabrik semen, yang usai dibongkar warga secara bersama-sama lantaran adanya kesepakatan 4 Desa di wilayah ring satu. Mereka sepakat membongkar tenda milik warga pro maupun kontra pabrik semen, dengan alasan menjaga kerukunan kedua belah pihak.

“Kita bisa pastikan tidak ada pembakaran tenda pihak kontra, karena seluruh barang bukti kami amankan, mulai dari kayu-kayu bekas tenda, bambu yang sebelumnya dipasang untuk blokade jalan, hingga sejumlah barang yang ada didalamnya ada semua, termasuk bendera Merah Putih dari berbagai ukuran diamankan semua, tidak ada yang dibakar,” jelasnyanya.

Melalui wakapolres pihak Polres Rembang membuka dan siap menerima laporan selama 24 jam, jika memang ada yang mengalami tindak kekerasan pada saat adanya pembongkaran tenda kedua belah pihak. 

"Kami membuka diri 24 jam apabila ada ibu-ibu yang menjadi korban supaya segera melaporkan. Dan apabila ada laporan tentu kita akan melakukan visum padahal kejadian sudah beberapa hari yang lalu" imbuhnya.

Terkait adanya kejadian tersebut Polres Rembang telah memeriksa 13 orang saksi, termasuk memintai keterangan dari pihak KPH Mantingan. 

Komisioner Komnas Perempuan Andriana Venny Aryani mengatakan kedatangannya memang untuk mencari fakta-fakta terkait adanya laporan intimidasi yang dialami ibu-ibu pihak kontra. Namun dari keterangan Wakapolres ternyata belum ada laporan masuk terkait hal itu.

"Memang tidak ada kekerasan fisik disana. Dan kami tidak tau apakah mereka akan melaporkan ke kepolisian atau tidak."

Seusai audiensi Pihaknya akan membuat rekomendasi kepada Bupati ataupun polisi. Rekomendasi berisi tentang jaminan keamanan kepada ibu-ibu dan kepada Bupati agar menjaga suasana tetap kondusif.

Audiensi dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto,Sekda Rembang Subakti, beserta jajaran pihak Polres yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Pranandya Subyakto dan beberapa Kepala Desa ring 1 tapak Pabrik di ruang rapat Bupati. ( ASMUI  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 3304301269296743711

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::