Korban Penganiayaan Turusgede, Akhirnya Dirujuk Ke Semarang

-- --
Hingga saat ini, Ahmad Litfi Andrian masih menggunakan alat bantu untuk menEgangkat kepalanya, usai di injak beberapa oleh Affriza Falesya Sujjada. Afriza sendiri sekolah di SMP N 2 Rembang, sedangkan Ardian di SMP N 3 Rembang
REMBANG - cbfmrembang.com, Setelah empat hari menjalani perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang, akhirnya pada hari Jum'at (10/02/2017) Ahmad Lutfi Ardian di rujuk ke Semarang karena cidera retak pada bagian leher, setelah dianiaya Affriza Falesya Sujjada yang merupakan tetangganya sendiri warga Dukuh Ngrondo Desa Turusgede Kecamatan Rembang kota. Informasi tersebut berdasarkan pengakuan dari ibu Rumiati pada Jum'at siang kepada reporter cbfm yang berkunjung.

Menurut Rumiati, anaknya terpaksa dirujuk oleh pihak rumah sakit Daerah Rembang, karena luka retakan dibagian leher yang tak kunjung ada perubahan. Ia pun mengaku masih merasa bingung karena belum ada biaya, karena Andrian menurut saran dokter harus segera di oprasi.

Sementara pihak keluarga pelaku penganiayaan sampai hari ini, belum belum menawarkan solusi  atau pun biaya untuk beroprasi sang anak. Padahal, Andrian menurut dokter harus segera dioprasi. Mengutip pernyataan dokter yang disampaikan oleh Rumiati, salah sedikit saja dalam merawat Andrian, dapat membahayakan kesehatan sang anak.

"Kalau salah saja dalam menangani Andrian kata dokter, dapat membahayakan kondisi anak saya. Kalau dirujuk kesemarang saya tidak tau bagaimana disana, cara ngurusnya" jelas Rumiati sambil terbata-bata.

Rumiati menyayangkan, tudingan keluarga Sujad yang menyebut, dirinya telah membeberkan permasalahan penganiayaan yang dialaminya anak, ke pada wartawan, sehingga muncul berita tersebut dibeberapa media massa.  


Sebelumnya, Affriza Faleya Sujjada bocah (14) asal Desa Turusgede Kecamatan Rembang kota, anak dari pasangan Sujad dan Sriyati menganiaya teman bermainnya Ahmad Lutfi Ardian usai menunaikan shalat magrib di masjid Darus Sholihin turut desa setempat. 

Akibat pemukulan dan injakan kaki pada leher, Andrian mengalami retakan dibagian leher dan pingsan. Aksi brutal Afreza dilakukan pada hari Selasa malam (07/02/2017) waktu setempat.

Hingga saat ini, kejadian tindak kekerasan yang menyebapkan Andrian mengalami retak dibagian leher, kasusnya sudah dilaporkan kepada pihak Polres Rembang. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 348952394276859520

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::