Menuntut Hak Sama, Ratusan Guru Madin Dan Swasta Galang 1000 Tanda Tangan

-- --
Saat salah satu guru swasta di Rembang menanda tangani petisi menuntut hak yang sama dengan para guru PNS
REMBANG - cbfmrembang.com, Merasa ada kesenjangan, ratusan guru madrasah dan para guru di sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Rembang, Sabtu pagi (11/02) menggalang aksi pengumpulan 1000 tanda tangan, untuk membuat komitmen bersama menuntut hak yang sama dengan para guru yang sudah menyandang status PNS.

Bertempat di lantai 2 Gedung PCNU Rembang, ratusan guru sepakat menanda tangani petisi yang isinya menuntut agar guru madrasah diniyah (Madin) dan para guru di sekolah swasta untuk disamakannya hak-haknya, dengan para guru PNS.

Ketua DPC GEMASABA Rembang, sebagai pelopor berdirinya PGSI di Rembang, Ahmad Najieh menjelaskan, selama ini ia menilai banyak kesenjangan yang terjadi antara guru di sekolah swasta dengan para guru yang ada di sekolah-sekolah negeri. Terlebih lagi, para guru madin yang disebut jauh dari kesetaraan, meski peranan guru madin sangat penting keberadaannya.

"Tujuan dilaksanakan ini, yang pertama kita ingin memperjuangkan guru-guru madrasah dan swasta kepada pemegang kekuasaan. Yang sama terkait dengan sertifikasi sama, dan waktu atau jam yang sama dalam mendidik murid-murid saat ini yang 24 jam" jelasnya.

Menurut Najieh saat ini, perbedaan status antara guru PNS dan swasta semakin terlihat jelas. Ia menambahkan, jika disinggung masalah gaji dan waktu serta jam mengajar, hal itu membuktikan banyak sekali kesenjangan antara guru PNS dengan para guru swasta.

Ia menambahkan, jika sampai saat ini guru di madrasah sampai hari ini kecendrungannya masih kurang diperhatikan. Padahal peranan mereka sangat penting dalam hal mendidik.

"Sama terkait dengan sertifikasi yang sama, dan jam atau waktu yang sama dalam mendidik murid-murid saat ini. Apalagi untuk saat ini, melihat guru madarasah kecendruangannya masih kurang diperhatikan kesejahteraannya" tuturnya. 

Sementara itu ketua PGSI Provinsi Jawa Tengah yang ikut hadir memberikan materi seminar kepada para guru madrasah dan guru swasta, Zen ADV membenarkan adanya kesenjangan tersebut.

Najieh juga mengaku, Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) Rembang akan ikut memperjuangkan aspirasi guru madin dan swasta di Kabupaten Rembang. Dengan target awal menjadi fasilitator berdirinya Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) di Rembang.

Dalam kesempatan itu, Gemasaba juga menggandeng para guru swasta yang berasal dari kader Fatayat NU Rembang, Dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Rembang.

Salah satu guru swasta di Kabupaten Rembang Erni berharap, agar permasalahan sertifikasi guru untuk segera diselesaikan. Selain itu permasalahan impasing dan permasalahan hak untuk memperoleh waktu dan jam yang sama antara guru swasta dan guru yang berstatus PNS. ( ASMUI ) 

Berita Terkait

Terbaru 3222920121156942033

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::