MUI : "Sertifikasi Ulama Menggaduhkan Masyarakat"

-- --
Zainudin Ja'far
REMBANG - cbfmrembang.com, Wacana Kementrian agama Republik Indonesia yang merencanakan, akan melakukan sertifikasi ulama dinilai oleh sebagian pihak merupakan kebijakan dapat meresahkan masyarakat, terutama menurut pandangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rembang.

Menurut salah seorang ketua MUI Rembang, Zainudin Ja'far menjelaskan,  pemerintah tidak perlu mencampuri hukum yang sudah menjadi wilayah agama. 

Dalam setiap khutbah jum'ah, juga sudah diatur secara jelas syarat wajib, untuk menunaikan shalat jum'ah. Ia menyebut jika semua khotib di Kabupaten Rembang, semuanya sudah tahu akan hal itu. 

Menurutnya, Kiyai, atau ulama merupakan gelar yang diberikan kepada seseorang yang memang sudah layak dan bukanberdasarkan sertifikasi atau piagam yang dapat menunjukkan seseorang itu sebagai seorang kiyai, atau pemuka agama.

"Itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena itu wilayah agama. Karena dalam khotbah jum'ah sudah ada syaratnya yang jelas dan semua khotib sudah pasti tau akan hal itu. Semua khotib di Rembang sudah tau tuntunannya, dan semua khotib di Rembang tidak pernah mengajak untuk anarkis" jelasnya.

Zainudin menilai, jika keputusan tersebut dipaksakan, kemungkinan besar hanya akan membuat gaduh masyarakat. Kalau toh kebijakan itu tetap dilaksanakan, tidak akan memberikan efek di Kabupaten Rembang. Menurutnya, selama ini, para ulama dan khotib di Kabupaten Rembang, sudah sesuai aturan islam. ( ASMUI ) 

Berita Terkait

Terbaru 615753444717941845

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::