Pemkab Mendapat Dana bagi Hasil Pajak Senilai 77 Milyar

-- --
Yudianto menyampaikan Pemkab mendapatkan Hasil dana bagi hasil pajak  senilai 77 Milyar
Sumber-cbfmrembang.com-Di tahun 2017 ini, Kabupaten Rembang mendapat bagi hasil penerimaan pajak kendaraan bermotor tahun 2016 senilai 77 milyar dari Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Rembang.

Kasi retribusi pendapatan lain dan penagihan UPPD kabupaten Rembang- Yudiyanto, dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan kecamatan Sumber, di pendopo kecamatan setempat, hari rabu (8/2) mengatakan, di tahun 2016 sampai bulan Nopember 2016, UPPD berhasil mendapat alokasi penerimaan pendapatan pajak daerah senilai 217 milyar. 

Dari hasil itu Pemkab Rembang mendapat dana bagi hasil pajak senilai 77 milyar rupiah. Dan sisa dana bagi hasil pajak daerah senilai 0,5 (setengah) milyar rupiah untuk bulan Desember 2016 akan dicairkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan propinsi Jawa Tengah tahun 2017. 

Yudiyanto menambahkan sepengetahuan masyarakat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) berlaku 5 tahun. Sehingga sebagian masyarakat membayar pajak 5 tahun. Padahal membayar pajak setahun sekali.

Setelah wajib pajak membayar pajak ada pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menurut Yudiyanto jika di tahun  sebelumnya pengesahan STNK tidak dipungut biaya. Namun berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016 tentang biaya administrasi Kepolisian RI maka mulai tahun 2017 ini setiap tahun dikenai biaya pengesahan STNK sebesar 25 ribu rupiah untuk pajak kendaraan roda 2 dan 50 ribu rupiah untuk kendaraan roda 4. 

Yudiyanto menerangkan inovasi pelayanan yang diberikan oleh UPPD kabupaten Rembang, pembayar pajak kendaraan bermotor bisa datang ke Samsat induk setiap hari, samsat Paten kecamatan Kaliori hari senin hingga kamis, samsat keliling kecamatan Kragan pada hari senin dan selasa, samsat keliling kecamatan Pamotan pada hari rabu dan kamis, samsat keliling kecamatan Sulang pada hari Jum'at maupun samsat keliling alun-alun Rembang setiap hari sabtu dan minggu.

Sementara itu tokoh masyarakat kecamatan Sumber- Gunanto mengaku agak kecewa atas munculnya PP 60 tahun 2016 katanya pajak kendaraan bermotor tidak naik justru untuk administrasi  pengesahan terjadi kenaikan itu sangat memberatkan masyarakat. Padahal di media memberitakan terjadi tunggakan pajak kendaraan bermotor mencapai 1,5 milyar. UPPD pun akan menagih door to door.

.Gunanto menyesalkan disaat  masyarakat sudah sudah sadar membayar pajak, justru ada kenaikan administrasi pajak. Ia mengkawatirkan nantinya jika marak motor bodong jangan menyalahkan masyarakat. Diumpamakan membeli motor bekas seharga 5 ratus ribu rupiah namun membayar pajaknya 6 ratus ribu rupiah.(Masudi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 7356325844133387820

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::