Polisi Gelar Bukti Tak Ada Pembakaran Al Qur'an Di Rembang

-- --
Saat polisi menunjukkan barang bukti, jika tidak ada pembakaran Al Qur'an di Rembang. Semua barang-barang yang disangkakan semua sudah diamankan di Mapolres Rembang
REMBANG - cbfmrembang.com, Untuk membatah adanya isyu sara pembakaran mushola dan Al qur'an yang disinyalir untuk memecah belah kerukunan antar warga di wilayah tempat berdirinya pabrik milik PT Semen Indonesia di wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, pada Minggu pagi (12/02/2017), Polres Rembang langsung mengadakan jumpa pers.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subyakto membantah dengan keras adanya isyu pembakaran kitab suci Al Qur'an. Ia menjelaskan, jika semua barang yang di isyukan melalui sosial media dibakar, semua telah diamankan polisi dan di bawa keMapolres Rembang.

Ia menambahkan, jika pihaknya telah berhasil mengamankan 2 kitab al qur'an, 16 buku bacaan dan do'a, 2 mukena, 4 sajadah, 1 peci warna hitam, dan dua sarung serta 15 bendera merah putih, dari berbagai ukuran.

"Diantaranya dua kitab al qur'an, dan bendera merah putih dari berbagai  ukuran. yang semuanya sudah kami amankan sebagai barang bukti" jelasnya.

Salain itu, polisi juga membantah jika ada berita pembakaran tenda perjuangan milik warga kontra terhadap pendirian pabrik milik PT Semen Indonesia.

Ia menegaskan, jika yang dibakar oleh sekelompok orang yang tak dikenal, merupakan kayu bekas tenda milik warga yang mendukung berdirinya pabrik semen, yang usai dibongkar warga secara bersama-sama lantaran adanya kesepakatan 4 Desa diwilayah ring satu, yang sepakat membongkar tenda milik warga yang pro maupun kontra terhadap berdirinya pabrik semen, dengan alasan menjaga kerukunan kedua belah pihak.

Hingga saat ini, polisi menyatakan telah mengamankan kayu bekas tenda perjuangan milik warga kontra, lengkap dengan isinya, baik berupa buku daftar tamu, hingga tikar dan panel surya sebagai pengisi tenaga listrik untuk lampu penerangan.

"Sebagai bukti tidak ada pembakaran tenda milik warga kontra kami telah mengamankan kayu bekas tenda yang masih utuh, juga dua buah buku daftar tamu milik warga kontra, dan juga panel surya yang digunakan untuk mengisi aki" tutur wakapolres.

Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mencari tau siapa yang melakukan pembakaran kayu bekas tenda milik warga pendukung berdirinya pabrik semen di Rembang.

Selain itu, tiga akun media sosial penyebar berita hoax sudah dikantongi identitasnya. Jika terbukti bersalah, besar kemungkinan, penyebar isyu pembakaran al qur'an akan dikenakan undang-undang ITE. ( ASMUI ) 

Berita Terkait

Utama 6546287708811692704

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::