Dinsos Rembang : Harus Ada Efek Jera Pelaku Penganiayaan

-- --
Ardian menjalani perawatan di RSUD Rembang pasca mengalami kekerasan dari temannya
REMBANG - cbfmrembang.com, Kasus kekerasan antar anak yang terjadi di Desa Turusgede yang mengakibatkan korban retak dibagian leher sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit, bebera hari.mendapatkan dari berbagai pihak.

Salah satunya Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana pada Dinas Sosial PPKB Kabupaten Rembang Rusmiyati.

Ia menyebut, dari beberapa faktor pelaku berprilaku kriminal salah satunya diantaranya tidak pas dalam menggunakan kemampuan bela diri yang dipelajari di SMP Negeri 2 Rembang.

Ia menambahkan, menurut data yang sudah berhasil di himpun Afreza Falesya Sujjada bocah (14) yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP Negeri 2 Rembang, itu bukan kali pertama melakukan penganiayaan kepada teman sebayanya. 

" Memang begini mas, menurut data lapangan tindakan yang dilakukan oleh Afreza itu bukan pertama kalinya, melakukan penganiayaan. Dulu katanya pernah melakukan hingga tangan tetangganya retak" tuturnya.

KLIK UNTUK BACA:
Anak 14 Tahun Aniaya Temannya Hingga Patah Leher

Rusmiyati menyebut, jika kasus itu selesai dalam upaya mediasi atau damai, tentu itu tidak baik untuk kedepannya. Karena jika ini tidak ada shock terapi yang diberikan sebagai upaya untuk membuat efek jera tentu ini akan menjadi contoh buat yang lain.

 Selain itu, para pelatih bela diri taekondow juga harus lebih mengedapan pembinaan kepada para siswa didiknya untuk menggunakan bela diri untuk kepentingan menjaga diri, bukan untuk menganiaya orang lain yang tidak berdaya.

"Kalau kasus kekerasan ini selesai dalam proses mediasi tentu ini tidak akan baik, kedepan bisa menjadi contoh bagi yang lain. Tentu hal itu juga dibarengi dengan pembinaan yang baik dari para pelatih taekondow terhadap siswa didiknya" jelasnya.

Sebelumnya, Affriza Faleya Sujjada bocah (14) asal Desa Turusgede Kecamatan Rembang kota, anak dari pasangan Sujad dan Sriyati menganiaya teman bermainnya Ahmad Lutfi Ardian usai menunaikan shalat magrib di masjid Darus Sholihin turut desa setempat pada tanggal (07/02/2017).

Akibat kejadian itu, korban harus dirawat beberapa minggu di RSUD Rembang, akibat menderita retak dibagian leher yang mengharuskan ia tidak masuk sekolah sementara waktu. Saat ini, kasusnya masih ditangani oleh unit PPA Polres Rembang, dalam tahapan mediasi antar kedua belah pihak. (  ASMUI  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 7314471633526056314

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::