Gandeng Jasa Asuransi, Nelayan Rembang Korban Laka Laut Disantuni

-- --
Bupati Abdul Hafidz secara simbolis menyerahkan klaim asuransi nelayan 
REMBANG - cbfmrembang.com, Keluarga 10 nelayan korban kecelakaan laut di Kabupaten Rembang, pada Senin pagi (13/03/2017) menerima santunan yang diberikan oleh pemerintah berkat kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), di ruang rapat lantai 4 kantor Bupati Rembang.

Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang Ema Wijayanti menjelaskan, dari 10 keluarga korban yang mendapatkan santunan, 7 korban merupakan ahli waris nelayan yang meningggal  usai melaut. Sedangkan sisanya merupakan korban laka yang tidak meninggal, tetapi dalam tahapan pengobatan dan perawatan.

Ia menambahkan, keluarga nelayan berhak mendapatkan santunan dari pemerintah  bekerjasama dengan Jasindo, adalah nelayan kecil yang berat kapalnya di bawah 10 grosston. 

“Nelayan yang meninggal akibat kecelakaan melaut disantuni Rp 160 juta, nelayan yang mengalami kecelakaan di laut maupun darat disantuni sebesar maksimal tetapi tidak meninggal santunannya Rp 20 juta guna perawatan dan pengobatan” jelasnya.

Ema menyebut, ada berbagai macam kriteria santunan yang diberikan oleh Jasindo bagi para nelayan. Diantaranya, sakit dan meninggal usai melaut akan mendapatkan Rp 160 juta, kecelakaan darat maupun laut bagi para nelayan akan mendapatkan Rp 20 juta, sedangkan kecelakaan laut dan meninggal dunia yang disebabkan oleh beberapa hal, akan mendapatkan santunan sebesar Rp 200 juta.

Sebagai persyaratan pengajuan asuransi yang diberikan oleh Jasindo, data permohonan pengajuan harus disampaikan paling lambat lima hari setelah kejadian.

“Santunan itu kita sampaikan berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh pihak Dinlutkan. Untuk pelaporan itu harus kita terima paling lambat lima hari setelah kejadian supaya ke depannya bisa diurus dengan baik,” terangnya.

Salah satu perwakilan PT Asuransi Jasa Indonesia yang hadir, Asep Triansyah mengatakan, pemberian santunan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan laut dan yang meninggal dunia seusai melaut merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pusat. 

“Untuk mendapatkan bantuan ini tentunya harus ada pendataan secara berkelompok. Agar mengurus administrasinya bisa baik,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima santunan dari Jasindo, Umi Salamah warga Desa Jatisari Kecamatan Sluke mengaku sangat bersyukur dan senang menerima santunan. Uang yang diterima nantinya akan digunakan membiayai sekolah anak-anaknya.

Kepala Desa Jatisari Kecamatan Sluke Subaedi menyebutkan, ada 180 nelayan di desanya yang kini terdaftar dalam program asuransi yang dikelola PT Jasindo. Dari jumlah tersebut, 70 nelayan masih pada tahapan proses pengajuan. 

Mengenai cara klaim atas santunan, menurutnya, pihak nelayan harus menyertakan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat ahli waris, surat keterangan desa, dan kartu keluarga. ( ASMUI  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 2501904238212239717

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::