Penggunaan Dana DBHCT Lebih Fleksibel Sesuai Prioritas Daerah

-- --
Bagian Administrasi perekonomian Setda Rembang sosialisasikan DBHCT di radio CBFM
REMBANG-cbfmrembang.com, Besaran  Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima pemkab Rembang dari tahun ke tahun mengalami trend peningkatan. Terhitung sejak tahun 2014 sebesar Rp. 5,4 milyar lebih meningkat di tahun 2015 menjadi Rp.8,9 milyar lebih, tahun 2016 mengalami kenaikan lagi menjadi Rp. 12,9 milyar lebih dan di tahun 2017 ini angkanya bertambah menjadi Rp. 15.7 milyar.

Bagian Administrasi Perekonomian Setda Rembang, Edi Handoyo mengatakan, Terkait penggunaan DBHCHT tahun anggaran 2017 ini  nominal Rp. 15,7 milyar di atas ditambah sisa anggaran DBHCHT tahun 2016 yakni Rp. 10 milyar lebih sehingga menjadi Rp. 26,2 milyar.

“Dari jumlah alokasi DBHCHT tersebut telah dianggarkan pada APBD (Induk) tahun anggaran 2017 ini sebesar Rp. 21,3 milyar dan sisanya sebesar Rp. 4,9 milyar akan dianggarkan pada APBD perubahan mendatang.” Katanya.

Menurutnya setelah diterbitkannya PMK No.28/PMK.07/2016 tentang penggunaan, pemantauan, dan evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dimana penggunaan DBHCHT menjadi lebih fleksibel atau luas. 

Berbeda ketika masih berlaku PMK No.84/PMK.07/2008 dan PMK No.20/PMK.07/2009, daerah mengalami kesulitan dalam pengalokasian kegiatan. Penggunaan DBHCHT terbatas karena hanya dapat digunakan untuk mendanai kegiatan yang bersifat Spesifikgrand.

“Paling sedikit 50 persen untuk kegiatan yang bersifat spesifikgrand dan paling banyak 50 persen untuk mendanai kegiatan sesuai kebutuhan dan prioritas daerah atau bersifat blockgrand,”ujarnya

Handoyo menambahkan, tahun ini dana sebesar Rp. 20,5 milyar  akan digunakan untuk kegiatan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersifat Spesifikgrand yakni kegiatan peningkatan kualitas bahan baku  Rp. 7 milyar lebih, pembinaan lingkungan sosial sebesar Rp. 12,4 milyar, sosialisasi ketentuan di bidang cukai sebesar Rp. 850 juta dan pemberantasan barang kena cukai illegal Rp. 150 juta. Sedangkan sisanya Rp. 770 juta digunakan untuk kegiatan yang bersifat Blockgrand.

Dalam evaluasi penggunaan DBHCHT tahun 2016, kabupaten Rembang dinilai bagus  oleh Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah selaku Sekretariat DBHCHT Provinsi Jateng dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan RI. Penggunaan DBHCHT kabupaten Rembang semunya (100%) sudah sesuai dengan ketentuan. Sedangkan kabupaten Rembang juga termasuk kategori Kabupaten/Kota penghasil tembakau, karena memilki lahan tembakau sekitar 3 ribu hektar. ( Mufti affandi )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 1153745163740776734

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::