Peringati Hari Air Sedunia, Masyarakat Tegaldowo Kirab Tumpeng

-- --
Masyarakat tegaldowo Kirab Tumpeng memperingati hari air sedunia 
GUNEM-cbfmrembang.com- Peringati hari Air sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret, masyarakat desa Tegaldowo, kecamatan Gunem, hari Rabu (22/3) menggelar kirab tumpeng. 

Kirab tumpeng yang dilaksanakan dari Balai Desa dan mengelilingi embung Tegaldowo itu diarak dengan pasukan 7 penari muda kartini-kartini dari desa Tegaldowo, 70 pasukan bendera merah putih, kesenian barongan dan tumpengan.

Kepala Biro Komunikasi PT Semen Indonesia- Sigit Wahono mengatakan  kirab tumpeng sebagai bagian peringatan hari air sedunia. Dimana embung Tegaldowo yang dibangun PT. Semen Indonesia dengan kapasitas 15 ribu meter kubik harapannya dapat menampung air di musim penghujan. Sehingga ketika musim hujan tidak terjadi banjir dan ketika musim kemarau dapat mengairi lahan di sekitar embung. 

Sigit Wahono menambahkan pembangunan embung itu sesuai dengan komitmen PT. Semen Indonesia untuk kualitas,  untuk bumi dan untuk Indonesia. Dengan harapan Embung selain dapat dimanfaatkan untuk tempat menampung air dan pengairan juga dapat digunakan warga untuk berekreasi, tempat belajar dan hal-hal positif lainnya.

PT. Semen Indonesia menurut Sigit Wahono selain membangun Embung Tegaldowo juga membangun embung 3 lokasi lainnya yaitu di dekat lokasi tapak pabrik, di ring 2 desa Kumendung kecamatan Rembang dan ring 3 desa Maguan kecamatan Kaliori.

Kepala Desa Tegaldowo- Suntono mengungkapkan rasa syukur  atas dibangunnya Embung Tegaldowo. Pasalnya Embung Tegaldowo diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat di bidang pengairan irigasi walaupun pakai genset.

Suntono mengatakan selama ini tanah pertanian di sekeliling embung tidak pernah hidup. Pasalnya merupakan sawah tadah hujan. Dengan dibangunnya embung pada tahun ini, masyarakat di sekitar embung tidak ada yang gagal panen.

Ketika disinggung masalah pembangunan pabrik semen mengancam keberadaan sumber air Suntono mengakui tidak tahu. Namun dari dulu dengan banyaknya perusahaan pertambangan nyatanya keberadaan air tidak pernah berkurang. Tidak terganggu sama sekali. 

Suntono mengharapkan dengan adanya Embung Tegaldowo nantinya dapat dimanfaatkan untuk tempat berwisata bagi masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) desa Tegaldowo. 

Hal itu juga telah disampaikan ke wakil Bupati Rembang- Bayu Andriyanto dimungkinkan Pemerintah Kabupaten Rembang siap membantu penataan infrastruktur dari Jalan raya Gunem-Bulu menuju lokasi embung.

Suntono menerangkan Embung Tegaldowo seluas 1,3 hektar dibangun di atas tanah bengkok eks Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan yang tidak akan diisi lagi mengingat perangkat desa di desa Tegaldowo melebihi target.

Embung Tegaldowo yang dibangun antara bulan Nopember sampai dengan Desember 2016, melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggungjawab sosial perusahaan PT. Semen Indonesia senilai 5 milyar rupiah lebih.( Masudi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 7449116944536546218

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::