Kategori Penduduk Miskin Cukup Banyak Desa Gambiran Sasaran TMMD

-- --
Bupati Rembang- H. Abdul Hafidz menyerahkan alat kerja kepada perwakilan pelaksana TMMD
PAMOTAN-cbfmrembang.com, Desa Gambiran kecamatan Pamotan tahun ini menjadi sasaran  operasi bakti lokasi TNI Manunggal membangun Desa (TMMD).

Menurut keterangan Perwira seksi Tetitorial Kodim 0720 Rembang- selaku perwira proyek- kapten infantri Bardan, Desa Gambiran dipilih lokasi TMMD karena desa bersangkutan merupakan desa dengan penduduk miskin cukup banyak, desa bersangkutan jauh dari pusat kota dan terdapat jalan pintas antara desa Bamban dan Gambiran tetapi dalam kondisi tidak bisa dilewati.

Bardan menyebutkan kegiatan TMMD yang digelar selama 30 hari diisi kegiatan fisik berupa pembangunan makadam sepanjang 1.648 meter kali 2,5 meter, pembangunan plat beton 2 unit, talud 5 unit, gorong-gorong 2 unit dan pos kamling berukuran 2,5 meter kali 2 meter.

Sedangkan kegiatan non fisik berupa penyuluhan Bela Negara, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat, hukum serta narkoba, pengobatan massal, penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dan pemberdayaan anak, penyuluhan pertanian maupun pasar murah.

Bardan menerangkan dalam kegiatan yang melibatkan 100 personel baik TNI/ Kepolisian Republik Indonesia (Polri), team kesehatan, Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan masyarakat dianggarkan biaya senilai 437,2 juta rupiah baik Anggaran Pendapatan Belsnja Daerah (APBD) Propinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang- H. Abdul Hafidz, hari Rabu (5/4) saat membuka operasi bhakti TNI Manunggal membangun Desa (TMMD), di desa Gambiran membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah- Ganjar Pranowo  mengatakan, sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta pemerintah pusat/daerah dalam bhakti TMMD menjadi kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi. 

Bupati menambahkan pada prinsipnya masyarakat harus betul-betul dapat hidup secara baik, sehat dan sejahtera. Sehingga kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan harus diatasi dan dilawan.

Pasalnya, angka kemiskinan di Propinsi Jawa Tengah cukup tinggi. Di tahun 2016, berdasarkan data angka kemiskinan mencapai 13,19 persen dari total jumlah penduduk Jawa Tengah. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka sebanyak 4,63 persen dari angkatan kerja. ( Masudi )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 6863907362871843605

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::