NU Jateng Siap Bahas Buruh Online Di Rembang

-- --
Aktifitas PCNU
REMBANG - cbfmrembang.com, Diera yang serba digital seperti dewasa ini, banyak aktifitas yang dilakukan secara online atau atau tanpa bertemu secara langsung. Termasuk juga didalamnya para pekerja penjual jasa yang hampir sebagian besar dilakukan secara online atau yang sedang tren disebut buruh online.

Menurut pandangan sebagian ulama, aktifitas seperti ini, belum ada kejelasan secara hukum fikih atau secara islam. 

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Rembang, yang membidangi Lembaga Batsul Masail (LBM) NU Bisri Adib Hattani (Gus Adib) menjelaskan, jasa yang dilakukan yang akadnya atau perjanjian dilakukan secara online memang belum ada kejelasan secara hukum fikinya.

Sehingga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dirasa perlu, untuk dilakukan pembahasan terkait perihal tersebut. Selain itu, kondisi saat ini belum pernah ada pada zaman sebelum, yaitu jual jasa online atau buruh online.

Ia menganggap sementara perjanjian kontrak kerja yang dilakukan tanpa harus bertemu, dianggap oleh sebagian pihak belum jelas hukumnya.

"Itukan isunya persaingan antara penjual jasa yang bertemu secara langsung dan pekerja secara online, atau tidak bertemu secara langsung" Nah ini menjadi berbeda karena sebelum-sebelumnya belum pernah ada" jelasnya.

Gus Adib menambahkan, secara hukum fikih yang ada, setiap akad harus dilakukan secara lansung, atau bisa dibilang bertatap muka. 

Selain buruh online, buruh pabrik terutama kaum perempuan juga masih menuai sorotan dari perspektif hukum islam. Yaitu, izin cuti hamil dan melahirkan dan juga izin cuti bagi perempuan yang suaminya baru saja meninggal. Kadang perusahaan yang enggan memberikan toleransi terkait masa idah perempuan.

Selain permasalahan tersebut, ada empat pokok permaslahan lain yang akan di bahas bertepatan dengan hari buruh Nasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei mendatang. Diantaranya, buruh online, buruh tani dibulan ramadan, waqaf bangunan masjid dan penyalah gunaan frekuesi radio untuk kepentingan pribadi, salah satunya penggunaan frekuensi melebihi kapasitas yang diizinkan.

Rencananya pembahasan hukumnya melakukan akad melalui online itu, akan di lakukan di Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh Rembang, pada 1 Mei 2017 mendatang. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Sosial 1429313665903645258

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::