PKBI Rembang MoU Dengan Sekolah Dan Puskesmas

-- --
Ketua PKBI Rembang Ny Hasiroh hafidz (tengah) mewakili aliansiYes I Do  dengan lembaga mitra menandatangani MoU dengan Sekolah dan Puskesmas 
REMBANG-cbfmrembang.com,Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Rembang, Lembaga Perlindungan Anak Rembang (LPAR), Aliansi Remaja Independen Pati, dan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Bandung yang tergabung dalam aliansi Yes I Do berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan pernikahan anak, kehamilan remaja, dan mutilasi alat kelamin perempuan di kabupaten Rembang.

Salah satu upaya dalam pencegahan tiga praktek berbahaya tersebut adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan seksualitas yang komprehensive (Comprehensive Sexuality Education / CSE ) di sekolah dan memberikan pelayanan kesehatan yang ramah remaja (Youth Friendly Service / YFS ) di puskesmas.

Sebagai langkah awal implementasi CSE dan YFS, hari  Kamis 27 April 2017 bertempat di pendopo museum RA Kartini, Aliansi Yes I Do yang diwakili ketua PKBI Cabang Rembang Hasiroh hafidz melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding) dengan sekolah dan puskesmas dampingan, yaitu : SMPN 2 Kragan, MTs Nahjatus Sholihin Kragan, MTs Riyadlotut Tholabah Sedan, MTs Al Manar Sedan, MTs Tri Bakti Sedan, Puskesmas Sedan, Puskesmas Kragan I, Puskesmas Kragan II. Dalam MoU kedua pihak sepakat melakukan kerjasama selama empat tahun.

Elisabet Widyastuti direktur program Yes I Do PKBI Jawa Tengah melalui Dwi Yunanto Hermawan mengatakan, Implementasi CSE dirasa mampu menjadi langkah strategis pencegahan pernikahan anak, kehamilan remaja, dan mutilasi alat kelamin perempuan karena dengan memperoleh pendidikan seksualitas secara menyeluruh akan melindungi remaja dari perilaku seksual yang menyimpang. 

Pada akhirnya Remaja akan sadar bagaimana cara merawat organ-organ reproduksi dan seksualnya, mempunyai pengetahuan apa yang akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan reproduksi seksual dan reproduksinya sehingga mereka mampu menolak ketiga praktek tersebut. 

Sementara itu Pengurus PKBI Jawa Tengah Daru Lestantyo mengungkapkan, CSE juga menjadi media remaja untuk memperoleh pendidikan dan informasi seksualitas yang tepat dan akurat. Sehingga remaja tidak serta merta menerima dan percaya akan informasi yang mereka peroleh dari sumber yang tidak jelas ex: internet.

Sementara implementasi YFS menjadi media remaja untuk mengakses layanan kesehatan seksualitas dan reproduksi yang ramah bagi mereka. Ramah dalam artian dari mutu pelayanan yang tidak diskriminasi. 

Dengan demikian remaja akan merasa nyaman untuk datang mengaksesnya. Karena sebenarnya masih sangat minim remaja yang mau mengakses layanan kesehatan seksual dan reproduksi. Padahal hal itu sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatannya dalam upaya preventif terhadap penularan penyakit seksual.( Mufti Affandi )
)
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 3544475437757160621

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::