Sendon Waton Kupas Kartini Berjuang

-- --
Dialog budaya di pendopo museum Kartini (26/4)
REMBANG-cbfmrembang.com, Dalam semarak memperingati hari Kartini Pemkab Rembang semalam (19/4) menyajikan Sendon Waton (Dialog Budaya) Kartini di pendopo Musem RA Kartini, Rabu (20/4/2017) malam. 

Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz, dalam sambutannya mengatakan kegiatan Sendon Waton Kartini menarik digelar karena didalamnya  mengupas bagaimana RA Kartini berjuang selama ini. Pesan dan cita-citanya menjadi penting diketahui dan dihapami oleh generasi sekarang. 

“Daerah akan bermartabat ketika tidak melupakan sejarahnya. Inilah inti yang  kita kemas melalui dialog budaya gema kartini sendon waton kartini. Di sini pemerintah maupun masyarakat bisa menyampaikan atau urun rembug dengan narasumber yang akan memberikan keilmuannya untuk menyikapi kondisi daerah kabupaten Rembang yang harus menghormati sejarah,”terangnya.

Bupati mengingatkan bahwa Kartini tidak mewariskan harta benda, tetapi cita-cita. Cita-cita itu yang harus digelorakan saat ini.

Edi Winarno sejarawan  sekaligus ketua Forum Komunikasi Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Jawa Tengah selaku narasumber dalam dialog tersebut menjelaskan apa yang  dimaksud emansipasi dari RA Kartini. 

Dalam penjelasannya pahlawan emansipasi wanita itu tidak menginginkan wanita melawan laki-laki atau lupa kodratnya.

Di zaman Kartini, hak-hak kaum perempuan sama sekali tidak ada. Bahkan wanita saat itu sembari menunggu dilamar oleh laki-laki, mereka dipingit terlebih dulu.

“Di kanan kiri pendopo ada kesel laki-laki dan perempuan. Kesel perempuan berlubang dan kesel laki-laki buntu (tidak berlubang). Maksudnya ketika ada orang melamar si perempuan bisa nginceng (mengintip) dari lubang kesel itu, tidak boleh keluar.”ujarnya.

Namun Ia juga mengungkapkan bahwa sosok Kartini tidak hanya memperjuangkan kaum perempuan, tetapi juga laki-laki. Buktinya apa setelah dia menikah Kartini tidak jadi berangkat belajar ke Belanda.

“Dia justru memperjuangkan Agus Salim untuk menggantikan dirinya, karena Agus Salim ini merupakan lulusan terbaik seluruh Indonesia waktu itu dari HBS, artinya Kartini memperjuangkan laki-laki dan perempuan semua masyarakat pribumi, ,”jelasnya.

Selain Edi Winarno pemkab juga menghadirkan narasumber penggiat literasi Trini Haryanti. diselingi dengan obrolan tentang buku dan membaca.

Dalam dialog budaya juga menghadirkan seniwati suara merdu asal Solo, Sruti Respati dan mata penonton juga dimanjakan dengan setingan penuh seni dengan sesosok wanita yang sedang membatik selama penyanyi yang juga presenter televise lokal itu bernyanyi.

Kegiatan dialog budaya sebelumnya diawali dengan  makan gratis bersama dengan masyarakat.(Mufti affandi )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 7102037766494789784

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::