Kasus Intimidasi Wartawan Kembali Digelar 24 Mei Mendatang

-- --
Suasana di depan UGD saat peristiwa itu berlangsung ( foto: cbfmrembang.com )
REMBANG - cbfmrembang.com, Pihak kejaksaan yang menganangi kasus dugaan intimidasi terhadap para wartawan akan kembali digelar 24 Mei 2017 pekan depan.

Dikabarkan, pada agenda sidang, penuntut umum akan menghadirkan 6 orang saksi. 4 dari wartawan yang mengalami intimidasi, dan orang konon merupakan security RSUD dr R Soetrasno Rembang, yang malam itu bertugas ditempat kejadian.

Kasus dugaan kekerasan yang dialami sejumlah wartawan, berupa ancaman pengroyokan dan pembunuhan, dan juga penghalang-halangan kerja peliputan sebuah peristiwa. 

Selain itu, juga ada salah satu pegawai PLTU yang mengambil Hand Phone, yang disertai dengan penghapusan file foto, milik salah satu wartawan Jawa Post Radar Kudus. 

Awalmulanya insiden ini, saat beberapa wartawan pada 18 Agustus 2016 silam, mengadakan sebuah peliputan kecelakaan kerja dengan korban pegawai PLTU PJB Sluke, yang saat itu sudah di bawa ke RSUD Rembang.

Menurut salah satu wartawan Semarang TV Sarman Wibowo mencerikan, jika pada saat itu area depan UGD RSUD sangat mencekam. Ia menyebut, baru datang saja sudah ada upaya penghalang-halangan kerja wartawan, yang dilakukan para pegawai PLTU Sluke.

"Baru masuk saja sudah dihalangi, dan diusir tidak boleh, kroyok-kroyok bunuh. kata Sarman saat bercerita kepada rekan-rekannya.

Tak sampai disitu saja, meski sudah diluar pagar RSUD massa yang mengenakan seragam PLTU PJB Sluke juga mengejar dan menyerukan untuk pengkroyokan kepadanya. Ia pun terpaksa lari dengan mengendarai motor, dan hampir jatuh karena kepanikan.

"Mereka semua mengejar saya hingga diluar pagar. "Kroyok-kroyok" dan saya lari pakai motor dan hampir jatuh karena panik" ceritanya. 

Dari 4 wartawan yang akan di hadirkan menjadi saksi dalam minggu depan, diantaranya, Muntoyo alias Dicky wartawan Radio Pop, Sarman Wibowo dari Semarang TV, Tri Bekti Wisnu Aji dari Jawa Post Radar Kudus, dan Heru Budi Santoso dari Radio CBFM.

Dalam kasus ini Jaksa penuntut umum mendakwa Suryono, warga Desa Grawan Kecamatan Sumber, karena melanggar Pasal 18 Undang-Undang Pers, dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Pada persidangan sebelumnya yang digelar pada 17 Mei 2017 kemarin, dua wartawan sudah memberikan kesaksian. Djamal A Garhan dari Koran Harian Suara Merdeka dan Suparjan dari Tabloid Bhayangkara Perdana. ( Mufti Affandi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 5959069032932620584

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::