Keracunan, Nahkoda Kapal Meninggal, Satu ABK Kritis

-- --
Gambar KM Tambah Rejeki (foto:istimewa)
REMBANG - cbfmrembang.com, Seoranng nahkoda kapal KM Tambah Rejeki, meninggal dunia, dan satu anak buah kapal (ABK) dinyatakan kritis, saat membersihkan palkah (lubang kapal) pada Jum'at pagi (05/05/2017). 

Nahkoda kapal bernama Ngapdani (50) tahun, warga Rt 5/Rw 6 Kedung Ombo Kelurahan Sumberjo Kecamatan Rembang, dan Abknya bernama Suyitno (50) warga Desa Waru Kecamatan kota. Keduanya diduga menghirup gas beracun, dan membuat para korban tak sadarkan diri. 

Awalmulanya peristiwa ini terjadi, saat KM Tambah Rejeki melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan TPI Tasik Agung. Saat salah satu abk bernama Suyitno masuk kedalam palkah kapal, dan langsung mendadak pingsan. 

Melihat kejadian tersebut, Nahkoda Kapal langsung turun kedalam lubang, dengan maksud memberikan pertolongan. Belum sempat memberikan menolong, Ngapdani juga menyusul pingsan. 

Para ABK lain yang melihat kejadian tersebut, langsung  menghubungi Pos Keamaan Laut. Setelah dialiri udara Kompressor, regu penyelamat, segera turun kedalam palka menolong kedua korban yang sudah dalam keadaan tidak sadar. 

Setelah dinaikkan, kedua korban langsung di evakuasi ke ICU RSUD Rembang. Namun nahas, korban Ngapdani dinyatakan meninggal oleh dokter sedangkan Suyitno kondisinya kritis, dan dalam penanganan intensif tim  Medis RSUD dr Soetrasno Rembang.

Menurut keterangan Kasatpol Air Polres Rembang Sukamto, setelah dilakukan identifikasi oleh tim dokter, tidak diketemukan tanda bekas penganiayaan. Korban meninggal murni, diduga mengalami keracunan.

"Selah kami lakukan visum bersama tim dokter di RSUD, tidak diketemukan tanda bekas penganiayaan" jelasnya.

Ia mengimbau, mestinya nelayan lebih waspada pasca pembongkaran ikan. Kali pertama pengurasan harus dipastikan bersih, dan penutup bak harus dalam keadaan terbuka. Selain itu, saat menguras, harus disertai semprotan dengan kompresor, untuk memastikan udara di dalam ruangan, memperoleh pasokan oksigen yang cukup. 

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah menimpa nelayan ketika sedang menguras kapal di sebelah utara TPI Karanganyar Kecamatan Kragan, pada bulan Agustus 2014 silam. Kala itu 2 orang nelayan tewas dan 4 lainnya sempat dinyatakan kritis. 

Aktifitas yang menyebapkan seseorang dapat mengalami keracunan, diantaranya, menguras palkah kapal pasca bongkar muat ikan, dan menguras sumur yang lama tidak digunakan. 

Untuk menghidari keracunan, salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan menyalakan lilin diruangan aktifitas anda. Jika lilin tiba-tiba mati dan tidak nyala, besar kemungkinan, ruangan aktifitas anda mengandung racun. Jika melihat kondisi tersebut, segeralah menghindar dari ruangan itu. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 5502488411717179333

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::