Polisi Dalami Praktik Penggandaan Uang, Pada Temuan Upal Di Sluke

-- --
Saat Kapolres Rembang melakukan gelar perkara di halam Satreskrim
REMBANG - cbfmrembang.com, Pihak polres Rembang terus melakukan pendalaman praktik penggandaan uang, pada temuan uang palsu di rumah Sumani Khakim warga Desa Sluke RT 3 RW 1.
Hingga kini, polisi terus mengorek keterangan yang mengarah kepada penggandaan uang, melalui praktik perdukunan, sebagaimana yang dilakukan oleh dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Menurut data yang berhasil dihimpun kepolisian, Sumani dikenal sudah lama membuka praktik perdukunan. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui temuan sejumlah benda pusaka, dan juga ruang bawah tanah (Bunker).

"Kami sedang mendalami kearah praktik penggandaan uang, faktanya dia mencetak uang itu bukan untuk diedarkan sendiri, kemungkinan untuk praktik penggandaan, masih terus kita dalami" kata anggota polisi yang membawa Sumani ke dalam tahanan.

Pada gelar perkara yang dilakukan dihalaman kantor Satreskrim Polres Rembang, Selasa sore (31/05/2017), petugas juga menunjukkan sejumlah barang bukti, diantaranya dua rim kertas roti sebagai bahan untuk mencetak uang palsu. Dan juga dua lembar uang palsu dengan pecahan Rp 100.000, yang belum sempat dipotong.

Selain itu, polisi juga turut mengamankan peralatan yang digunakan untuk membuat tiruan rupiah, beratnya diperkirakan satu setengah ton dan diangkat dengan menggunakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut alat berat.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menjelaskan, jika temuan tersebut akan terus didalami, keterlibatan teman pelaku yang membantu untuk mencetak uang palsu.

"Kami akan terus dalami, termasuk rekan pelaku yang membantu pada proses pencetakan uang tersebut, karena dia tidak bisa mencetak sendiri" kata Kapolres Rembang.

Menurut pengakuan Sumani Khakim kepada media, ia belum pernah mengedarkan uang hasil cetakannya karena cetakan yang dihasilkan kurang sempurna. Salah satunya hal yang mencolok adalah, pada cetakan uang palsu miliknya tidak terdapat nomor seri pada uang, meski gambar yang dihasilkan menyerupai aslinya.

Ia membeberkan, setelah melihat hasil cetakan yang tidak sesuai dengan aslinya ia menghentikan pembuatan, karena tidak laku jika dipasarkan.

"Ya saya setelah tau hasilnya tidak sesuai yang langsung saya hentikan, karena nanti bisa mendatangkan masalah. Saya dibantu teman saya dari solo, untuk beli mesinnya diJakarta sama teman saya itu tadi" katanya.

Menurut Kasat Reskrim Polres setempat, AKP Ibnu Suka, pihaknya akan mendalami kasus tersebut, apakah ada keterkaitan dengan jaringan penggandaan uang, atau perorangan. Dari tindakan yang dilakukan Sumani Khakim dikenakan dengan pasal 37 Ayat (1) Pasal 27 Ayat (1) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau Pasal 244 KUH Pidana.

Sebelumnya, saat akan mengeksekusi sebuah rumah milik seorang nasabah kredit macer bank BRI yang bernama Sumani Khakim, dibilangan Rt 01 Rw 03 Desa Sluke Kecamatan Sluke pada Rabu siang (24/05/2017) polisi tak sengaja menemukan lembaran uang palsu yang belum dipotong, dengan pecahan uang Rp 100.000,. Uang tersebut ditemukan bersama satu set alat cetak di dalam ruang bawah tanah didalam sebuah ruangan yang berada di dalam rumah. (  ASMUI  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 8986804895810070855

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::