Sidang Kasus Intimidasi Wartawan, Dengan Tersangka Suryono Digelar

-- --
Suasana saat ketua PWI Rembang yang berada ditengah mengenakan baju biru, dan tersangka mengenakian batik bersama pengacara terdakwa Suryono  (foto:cbfmrembang.com)
REMBANG - cbfmrembang.com, Sidang perdana kasus intimidasi wartawan dengan terdakwa pegawai PLTU Suryono, di gelar di pengadilan negeri Rembang, pada Rabu siang (17/05/2017). Dalam kesempatan tersebut, sejumlah wartawan memberikan keterangan, termasuk juga terdakwa Suryono. 

Ketua PWI Rembang Njamal A Garjan mewakili PWI Rembang menceritakan insiden yang mengancam keselamatan sejumlah wartawan yang melakukan peliputan di area RSUD Rembang, yang menghambat kinerja wartawan. 

Njamal menambahkan, usai insiden tersebut, salah seorang wartawan TV di Rembang, harus check up ke salah satu rumah sakit di Semarang karena ada gangguan pada jantungnya saat dikejar - kejar masa yang menggunakan seragam PLTU.

"Hal tersebut sangat mengganggu kinerja para wartawan. Apalagi, ada anggota PWI yang harus cek kesehatan ke Samarang karena ada masalah dengan jantungnya, karena dikejar-kejar massa yang berseragam PLTU" jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Rembang juga menjelaskan kronologis ada perampasan hand phone wartawan Jawa Post Radar Kudus, yang diduga dilakukan oleh terdakwa Suryono.

Ia membeberkan, jika Wisnu sebagai anggota PWI Rembang mengaku kepada Njamal jika hp yang berisi file foto saat peliputa diambil oleh terdakwa. 

Dalam kesempatan itu, Suryono memberikan tanggapan terhadap keterangan yang diberikan oleh ketua PWI Rembang, jika perampasan HP tidaklah benar. Melainkan Wisnu selaku pemilik hand phone yang memberikan dengan suka rela.

"Saya menanggapi kalau yang Mas Wisnu yang memberikan hpnya kepada saya dengan suka rela" bantahnya.

Njamal berpendapat, kasus kekerasan terhadap wartawan yang sampai ketahap persidangan cukup langka. Ia menyebut, biasanya, kasus serupa hanya selesai pada tahap penyidikan.

Sementara soal kenapa wartawan Jawa Post Radar Kudus mencabut laporan atas kasus kekerasan yang menimpa pegawainya, dalam BAP dipersidangan yang dibacakan oleh hakim ketua Antyo Harri Susetyo, tertulis, jika wartawan Radar Kudus mencabut laporan, karena adanya arahan dari perusahaan, dan juga adanya permintaan maaf dari pihak PLTU. (  Mufti Affandi  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 6822255029660558932

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::