Sidang Lanjutan Kasus Intimidasi Wartawan, Dua Saksi Mangkir

-- --
Ketiga saksi kasus intimidasi wartawan diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksian 
REMBANG - cbfmrembang.com, Sidang kedua kasus intimidasi terhadap wartawan, yang digelar Pengadilan Negeri Rembang pada Rabu pagi (24/05/2017), dua saksi yang dipanggil hari ini, tidak hadir di persidangan. Sementara satu saksi sedang dalam kondisi sakit dan terbaring di rumah sakit.

Persidangan yang dijadwalkan akan menghadirkan 6 orang saksi, sampai sidang berakhir, hanya tiga saksi yang memberikan kesaksian. Sidang yang sudah dua kali digelar, namun pada sidang ketiga, akan diajukan dihari Selasa 30 Mei 2017, pekan depan.

Dari 6 saksi yang diundang atas permintaan pengadilan, hanya tiga orang yang hadir, diantaranya, Sarman Wibowo dari Semarang TV, Setiawan Satpam rumah sakit, serta Adi Tri Arifin Customer service RSUD.

Dalam kesempatan itu, dari keksaksian, Sarman Wibowo dari Cakra Semarang TV. Didalam persidangan, Ia membeberkan sejumlah fakta, terkait penghalang-halangan terhadap kerja wartawan, yang dilakukan pegawai PLTU PJB Sluke.

Dengan jelas ia menuding, jika Suryono dan satu rekannya, yang melakukan penghalangan terhadap dirinya, saat akan melakukan peliputan peristiwa kecelakaan kerja di PLTU Sluke, yang korbannya sudah dievakuasi ke UGD rumah sakit umum daerah Rembang. 

"Saya baru datang saya tanya gak ada yang jawab, terus saya mencari tau sendiri dan saya langsung dihadang dua orang. Dan didorong-dorong, sambil berkata kamu gak punya keluarga, gak boleh" jelasnya.

Ia juga menyebut, jika ada dua orang oknum pegawai PLTU yang menghadangnya saat akan mengambil gambar. Namun sampai persidangan digelar, hanya satu orang yang duduk dikursi pesakitan.

Sementara itu, Customer service RSUD Rembang Adi Tri Arifin yang dihadirkan sebagai saksi membenarkan, jika ada suara seruan "hoy hoy" segerombolan orang yang mengundang perhatian.

"Saya waktu itu masih didalam, dan mengdengar suara hayo hayo dan saya keluar saking penasarannya" katanya.

Sebagai mana undang-undang pers nomor 40 tahun 1999, Suryono didakwa melanggar pasal 18, dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun penjara, dan denda Rp 500 juta rupiah. ( ASMUI  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 8521905402415600674

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::