Tangkal Bahaya AIDS, Kecamatan Sluke Dapat Penyuluhan

-- --
(foto: cbfmrembang.com)
REMBANG - cbfmrembang.com, Dalam rangka menangkal penyebaran virus HIV, pada hari Sabtu (20/05/2017) Warga Kecamatan Sluke mendapatkan penyuluhan bahaya penyakit AIDS di puskesmas setempat. 

Ketua Persatuan Konselor VCT HIV (PKVHI) Samsul Anwar mengatakan, penyuluhan dilakukan dalam rangka meminalisir penyebaran penyakit menular tersebut. Berdasarkan hasil pemetaan petugas kesehatan, ditemukan dua penderita HIV di wilayah itu.

 Pemuda yang berjumlah 40 orang, mendapatkan pemahaman materi mengenai HIV. Sebelum materi diberikan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemeriksaan rapidt test (Uji Cepat), untuk memastikan tidak terjangkit Human Munodeficiency Virus.

”Hasilnya dari pemeriksaan yang dilakukan dengan rapid test, jangka 15 menit dapat diketahui semua peserta dinyatakan negative,” terangnya

Yang tidak kalah penting, dalam penyuluhan tersebut didatangkan langsung orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Secara khusus ODHA didatangkan dalam rangka memberikan testimony penyebaran penyakit HIV. 

Salah satu orang dengan HIV / AIDS (ODHA) yang didatangkan, sebut saja Sutini yang merupakan (Nama Samaran). Ia mengaku, berbagi pengalaman duka yang dialami. Mulanya ditahun 2009, suaminya dalam kurun waktu dua tahun sering sakit-sakitan, walaupun sudah dirawat jalan selama enam bulan.

”Akhirnya saya bawa di RSUD Dr R Soetrasno Rembang, dilakukan pengecekan hasilnya positif dalam kondisi stadium empat. Bahkan berat badan kurus tinggal 29 kg, akhirnya dirujuk di rumah sakit Karyadi, Semarang. Setelah dilakukan perawatan intensif dua hari, akhirnya meninggal dunia,” bebernya.

Selang dua minggu kepergian suaminya, Sutini melakukan test. Ternyata  hasilnya positif HIV akibat tertular suaminya yang berprovesi sebagai sopir. 

Dari situlah dirinya dirujuk di rumah sakit Karyadi Semarang untuk dilakukan cek CD4 untuk (kekebalan tubuh).

Untuk menekan penyebaran virus mematikan itu Ia rutin mengikuti terapi antiretroviral (ARV). Hanya obat yang diminum justru ber efek kurang baik tehadap kesehatanya, karena kurang tepat akhirnya dilakukan penggantian obat sampai tiga kali.

Setelah rutin dilakukan obat yang ketiga cocok hingga delapan tahun semakin baik dan rumah tangga baru berjalan lancar. 

Untuk melakukan hubungan suami istri, kita harus memakai kondom dan hasilnya suami yang baru negative,” pengakuanya.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, dr John Budi memaparkan penularan HIV/AIDS, salah satunya disebabkan hubungan seks bebas.

”Pencegahan salah satunya memakai kondom agar tidak menular. Lalu kaitanya pencegahanya tidak melakukan seks beresiko. Karena potensinya besar kita arahkan melakukan test dalam mencegah penyebaran virus,”.

Warga mengikuti kegiatan tersebut berasal Desa Leran, Pangkalan, Trahan dan Desa Jurang Jero. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 5759406533632356009

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::