Tata Kota Lasem Semrawut Warga Minta Pemkab Mengambil Langkah

-- --
Kondisi lingkungan alun-alun Lasem 
LASEM-cbfmrembang.com, Sebagian  warga Lasem  menginginkan adanya penataan alun-alun di Lasem, dan untuk merealisasikannya Pemkab diminta bisa mewujudkannya. Hal tersebut terungkap saat Bupati Rembang H.Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto jagong bareng di acara Jagong Gayeng Rembang dengan masyarakat di eks alun-alun Lasem, Minggu (7/5/2017) pagi.  

Menurut  warga selama ini tata kota di kecamatan Lasem sangat semrawut, trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki digunakan untuk berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL). Terkait hal itu banyak masyarakat yang mengeluh dan mendorong pemkab untuk mengambil langkah.

Reni salah satu pengurus Karangtaruna desa Ngemplak mengungkapkan, sebenarnya saya bangga mempunyai kota lasem sebagai kota wisata dan budaya,  namun tatakelola kota masih banyak yang perlu diperbaiki salah satunya  fungsi alun-alun kota lasem  belum maksimal ditata dan dikelola dengan baik. 

Perwakilan dari pedagang di eks alun-alun Lasem, Durotun Fatimah mengaku tidak keberatan jika alun-alun Lasem dikembalikan lagi fungsinya. Yang terpenting ada tempat lain yang bisa digunakan mereka untuk berjualan lagi. 

"Saya berjualan di sini sudah bertahun-tahun, saya tidak masalah pak kalau alun-alun ini mau ditata. Yang penting kami dicarikan tempat pengganti untuk berjualan,"tuturnya.

Warga lain Najih juga berharap alun-alun agar dikembalikan seperti semula sebelum tahun 2001. Alun-alun ini merupakan satu dari empat pilar yang dibangun Adipati Tejo Kusuma atau Mbah Srimpet untuk menata kota Lasem pada kisaran tahun 1588 lalu.

Terkait Permasalahan tersebut Bupati Rembang Abdul Hafidz berharap masyarakat juga ikut mendukung dan berkontribusi, karena Pemkab tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari masyarakat. Dirinya berharap Forkopimca terus menjalin koordinasi dengan masyarakat untuk mewujudkannya.

Untuk  fungsi trotoar yang justru dipakai untuk berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL), pemkab juga akan menertibkan. Trotoar mulai dari terminal sampai dengan Ngemplak akan ditata lebih baik dan diberi taman - taman agar terlihat lebih asri dan indah, Pemkab berencana di tahun 2018 bisa merealisasikannya. 

"Sesuai dengan undang-undang memang aturannya 30 persen yang namanya kota harus dipakai untuk ruang terbuka hijau dan di Lasem ini kita kesulitan. Nah, yang ada ini kita optimalkan, nanti kita tata tahun 2018, warung-warung ini kita buatkan tenda seragam dan kemungkinan kita tempatkan di sepanjang jalan Masjid ke selatan atau di kawasan terminal,"ungkapnya.

Bupati mengungkapkan, Setelah usulan ini Pemkab akan bentuk tim yang akan melakukan sosialisasi dan koordinasi untuk mencari jalan terbaik.( Mufti Affandi )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 8700790933738881903

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::