Bayi Tanpa Tempurung Kepala Lengkap Butuh Bantuan

-- --

kondisi kepala bagian belakang bayi tanpa tempurung kepala sedang menjalani perawatan dokter
KRAGAN-cbfmrembang.com, Putri dari pasangan muda Ahmad Mamduhin (27) dan Siti Munawaroh (26) warga desa Tegalmulyo Rt 2 Rw 1 kecamatan kragan, hari sabtu (27/5) menjalani proses kelahiran normal di Puskesmas Plawangan Kragan,  pada pukul 02.00 dini hari. 

Menurut keterangan Mamduhin betapa kaget saat lahir, diketahui kondisi bayi mengalami kelainan tempurung kepala bagian belakang, kondisi kepala bagian belakang tanpa dilengkapi tempurung sehingga begitu lunak. Akibatnya, organ kepala belakang bayi tersebut keluar lantaran kulit tidak mampu menahannya.

Melihat kondisi tersebut sabtu paginya pihak Puskemas segera merujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang, 

Dari hasil pengecekan  pihak rumah sakit tidak sanggup menanganinya lantaran butuh penanganan dengan alat medis yang lebih memadai. Akhirnya bayi dirujuk ke Rumah Sakit dr Karyadi Semarang. 

Karena keluarga dari kalangan kurang mampu, terpaksa bayi dibawa dengan menggunakan mobil pinjaman tetangga untuk menghemat  biaya.

Setelah mendapatkan pemeriksaan dua dokter bedah Rumah Sakit Karyadi, kelainan tempurung pada bayi tersebut ternyata butuh tindakan operasi segera. Dokter pun menyatakan sanggup melakukannya. Namun, dengan jaminan ada biaya di muka sebesar Rp 50 juta untuk tindakan operasi.

Mamduhin, ayah dari bayi malang yang belum diberi nama itu seketika shock dan lemas mengetahui biaya operasi mencapai Rp 50 juta, dan harus dibayar di muka. Ia sama sekali tidak memiliki uang sebesar itu. Jika harus mengumpulkannya, tentu butuh waktu bertahun-tahun mengingat dia hanya buruh toko buah di Surabaya. 

“Saya akan tetap  berusaha mencari pinjaman  untuk biaya operasi, tapi belum dapat. Harapannya anaknya kuat, Kasihan mas harus cepat ditangani dan dioperasi Saya akan terus berusaha mengumpulkan uang ,” ucapnya.

Kondisi itu makin rumit, lantaran Mamduhin dan istrinya belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Untuk membuatnya, terkendala persyaratan ia belum memiliki kartu keluarga sendiri dan masih tergabung dengan orang tuanya. 

“ Saya ingin csecepatnya mengurus kartu keluarga,Setelah saya cari  Kartu keluarga asli milik orang tua saya hilang. Saat ini saya hanya bhisa pasrah dan berharap ada jalan keluar terbaik,” ujarnya.

Melihat penderitaan yang dialami Mamduhin dan istri, sudah ada komunitas sosial yang peduli dan memberikan bantuan meringankan bebannya.Langkah ini diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah untuk membantunya. ( Mufti Affandi ) 
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 4255717207738503920

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::