Di Rembang Kebijakan 5 hari Sekolah Sulit Diterapkan

-- --
Kegiatan silaturohim Ulama dan umaro sekabupaten rembang di pendopo Museum RA kartini
REMBANG-cbfmrembang.com, Kebijakan 5 hari sekolah oleh Menteri Pendidikan Nasional - Muhadjir dinilai sulit diterapkan di seluruh Indonesia Meski, Pasal 8 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah membolehkan kebijakan itu diterapkan bertahap sesuai kesiapan sekolah.

Bupati H. Abdul hafidz dalam kegiatan silaturahim Ulama dan Umaro se-kabupaten Rembang, di pendopo museum Raden Ayu (RA) Kartini, hari Rabu (21/6).mengatakan, pemerintah saat ini telah membatalkan kebijakan yang tersirat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 karena mendapat respon kurang baik dari masyarakat. Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap regulasi itu sehingga Permen akan menjadi Peraturan Presiden.

Hal itu menunjukkan bahwa Pemerintah telah menerima masukan- masukan dan akan menyelaraskan keinginan dari lembaga dan organisasi keagamaan. karena Kebijakan 5 hari sekolah mempunyai dampak sosial, ekonomi dan agama ini akan muncul di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia utamanya di kabupaten Rembang.

“Bisa dibayangkan kalau sekolah sampai jam 3 saja. Orang tua harus mengeluarkan uang saku untuk uang makan siang dan uang transport yang agak mahal dan sulit karena sudah sore. Terlebih petani dan tukang becak atau keluarga kurang mampu, setiap hari harus mengeluarkan uang 10 ribu saja sampai 15 ribu, mereka akan mengatakan berat,” ujarnya. 

Sedangkan dampak agama menurut Bupati sudah jelas, di Rembang terdapat madrasah diniyah yang jumlahnya seribu lebih, Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) jumlahnya 1.400 lebih yang masa belajarnya jam 2 hingga jam 5 sore. Jika diberlakukan kebijakan 5 hari sekolah maka nasib Madin dan TPQ.

Diakhir sambutan, Bupati mengucapkan terima kasih kepada Alim, Kyai, guru yang setiap hari mengasuh anak-anak yang bukan anaknya tanpa tendensi apa-apa. Hanya karena ingin agar agama Allah ini berlanjut hingga hari kiamat kelak.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar kecamatan Sarang – Kiai Haji Maemun Zubair dalam taushiyahnya mengungkapkan dalam agama Islam juga mempunyai 4 pilar sebagai kunci membangun umat yaitu ulama sebagai penggali kitab-kitab suci, umaro (pemerintah) sebagai pelaksana kebijakan, orang fakir yang rajin berdoa dan aghniya (orang kaya) sebagai pembayar pajak untuk membiayai negara.(Masudi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 7846901411098553741

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::