Indonesia Belum Ada Kabupaten Layak Anak

-- --
 Ketua rombongan Verifikasi KLA Hadi Utomo berikan paparan dihadapan Bupati Rembang dan kepala OPD
REMBANG- cbfmrembang.com, Hasil evaluasi Tim Verifikasi Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) saat melakukan penilaian  di  90 lebih kabupaten kota seluruh indonesia yang lolos dan dilanjutkan verifikasi lapangan, Sampai saat ini belum ada Kabupaten ataupun kota yang layak disebut KLA, semuanya baru menuju sesuai kategorinya.

Hal tersebut disampaikan Ketua rombongan tim verifikasi KLA, Hadi Utomo sat melakukan penilaian di kabupaten Rembang kemarin (05/6)

Di kabupaten Rembang tim  meninjau dasil verifikasi yang akan menjadi tambahan untuk nilai final dan masuk dalam kategori apa. “Setelah itu baru bisa diketahui nilai akhir dan apakah masuk ke kategori tangga pratama, madya, nindya atau utama. 

“,Sampai Saat ini yang ada adalah menuju kabupaten layak anak, Rembang tahun lalu madya dan Solo Nindya, sampai tingkat Utama itu masih menuju, baru diatasnya utama kabupaten tersebut layak dinobatkan kabupaten atau kota layak anak,”ungkapnya.

Menurutnya ada tiga hal indikator kota layak disebut kota layak anak, yaitu anak merasa aman, bahagia , sejahtera. Aman artinya ada sistem pencegahan dan sistem penanganan dan semuanya harus berjalan otomatis. 

Meskipun sulit, KPPPA akan terus mendorong semua daerah untuk bisa mencapainya. Setiap pemkab diharapkan memiliki program pembangunan anak selain pembangunan infratruktur.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni mengungkapkan Rembang dalam rangka menuju Kabupaten Layak Anak berbagai program telah dilaksanakan. Salah satunya yaitu adanya  Forum Anak Rembang yang menjadi wadah anak-anak Rembang untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Satu tahun lalu Rembang telah membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga Sakinah Mawadah Warohmah (Puspaga Samara). Dalam gerakannya Puspaga bekerjasama dengan PKK terutama untuk pembinaan di desa-desa.

“Puspaga saat ini juga bekerja sama dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) aktif untuk memberikan konsuling bagi calon pengantin. Salah satu materinya adalah bagaimana mereka mendidik dan memberikan perlindungan anaknya dengan baik.,”imbuhnya.

Puspaga tingkat kabupaten ini juga telah dikelola oleh kalangan professional, sebagai direktur program dijabat oleh  guru Bimbingan Konseling (BK) salah satu sekolah di Pancur dan diperkuat oleh psikolog-psiklog, sedangkan yang di Kecamatan diisi oleh relawan seperti Fatayat yang telah mengikuti pelatihan dan kader-kader KB.

Kabupaten Rembang tercatat telah berhasil empat kali mendapat penghargaan sebagai Kabupaten menuju Kabupaten Layak Anak. Tahun 2011 Rembang menerima  penghargaan KLA tingkat Nindya, tahun 2012, 2013 dan 2015 KLA tingkat madya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz berkomitmen untuk memenuhi hak-hak anak dan mengakomodir apa yang mereka inginkan. Pemkab akan meningkatkan keaktifan kelompok- kelompok yang bertugas untuk menerima pengaduan dari masyarakat terkait anak.

“Ketika anak dilecehkan, ketika anak putus sekolah, orang tua yang tidak mampu mengasuh anak bisa konsultasi di pos- pos disana (kelompok Puspaga). Jadi nanti di tingkat kecamatan maupun di desa kita adakan pos-pos itu untuk pengaduan sekaligus tempat bimbingan,” terangnya.

Setelah tiga jam pertemuan di ruang rapat Bupati, tim verifikasi KLA meninjau beberapa tempat. Diantaranya ke Puspaga Samara, Youth Center Kibarr, rumah sakit, pasar tradisional, desa ramah anak di Gunem, Kecamatan Layak Anak di Gunem, sekolah ramah anak di Sanetan Sluke, perpustakaan dan unit penanganan kekerasan. ( Mufti Affandi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 1195249660558912637

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::