Karena Kecelakaan Kerja, PLTU Sluke Turun Kelas

-- --
Saat saksi ahli memberikan kesaksian dipersidangan
REMBANG - cbfmrembang.com, Sidang lanjutan yang kasus intimidasi terhadap sejumlah wartawan oleh pegawai PLTU PJB Sluke, yang bernama Suryono (30) warga Desa Grawan, Sumber, Selasa pagi (20/06/2017) kembali digelar di pengadilan negeri Rembang.

Dalam kesempatan itu, dua saksi PLTU dihadirkan pada persidangan, diantaranya, Yudi Bagaskara selaku General Manager, dan Partini sebagai administrator perusahaan PLTU PJB Sluke.

Selain keduanya, persidangan juga menghadirkan satu saksi ahli dari perwakilan wartawan senior PWI, Sri Mulyadi. Sri Mulyadi sendiri, merupakan Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Yudi Bagaskara mengungkapkan sejumlah fakta persidangan, yang ternyata, ia tahu ada keributan pada saat evakuasi pasien korban kecelakaan kerja di PLTU Sluke, pada 18 Agustus 2016 lalu.

Di dalam persidangan ia menyebut, ada empat pegawai PLTU yang tersebur uap panas, yang membuat kawanan pegawai itu menderita luka bakar cukup serius, sehingga harus dilarikan unruk mendapatkan perawatan medis.

Setelah pihak rumah sakit umung daerah Rembang menyatakan tidak sanggup menangani pasien luka bakar hampir seratus persen itu, pihaknya berupaya melakukan evakuasi untuk dirujuk.

Dalam persidangan, ia menyebut, penanganan yang dilakukan pihak RSUD Rembang lamban, dalam melakukan proses evakuasi rujukan. Selain itu, saat evakuasi, Yudi menyebut, jika pihaknya dihalang-halangi saat akan keluar dari pintu UGD Rembang.

"Kami sedikit menyayangkan pelayanan yang dilakukan pihak RSUD lambat jujur saja. Ketika mau merujuk, dokter kesehatan dari kami tidak diizinkan untuk ikut mendampingi, sementara dokter dari rumah sakit harus menunggu selesai mandi. Saat akan melakukan evakuasi keluar menuju mobil ambulance, kami dihalang-halangi" tutur Yudi menjelaskan di Depan Ketua Majlis.

Sementara terdakwa Suryono didalam persidangan mengeluarkan pertanyaan yang cukup mengejutkan, yang ditujukan kepada saksi ahli dari PWI. Suryono menanyakan, apa yang dilakukannya ialah menjaga nama baik, karena kawatir jika ada kompetitor dari perusahaan yang sama akan memanfaatkan kejadian tersebut.

"Apa yang kami lakukan, karena kami ingin menjaga nama baik perusahaan, dan menjaga agar tidak ada kompetitor perusahaan lain untuk menjatuhkan perusahaan saya dari adanya kejadian ini" tanyanya kepada saksi ahli Sri Mulyadi. 

Sedangkan Partini membantah keterangan saksi di sidang sebelumnya, Jamal A Garhan yang menyatakan melihat dirinya berdiri di depan pintu UGD, menghalangi, dan memberikan perintah kepada sejumlah karyawan PLTU agar melarang para wartawan untuk meliput di RSUD Rembang. Partini disebut bahkan menarik tangan seorang wartawan usai mengambil gambar.

“Saya tidak punya pikiran sama sekali kalau di situ ada wartawan. Bagaimana bisa melarang, sedangkan saya tidak tahu” katanya ketika dikonfrontasi oleh Jaksa Penuntut Umum soal pengakuan Partini yang tidak melihat wartawan, sedangkan jurnalis menyaksikan upaya penghalang-halangan kerja jurnalistik oleh Partini dan sejumlah karyawan PLTU.

Giliran diberikan kesempatan oleh Majelis Hakim, Suryono tidak mengoreksi sedikit pun keterangan dari kedua rekan kerja sekaligus pimpinannya di PLTU tersebut. 

Mengenai wartawan tidak mengenakan ID card saat bertugas, menurut Mulyadi, perlu dilihat dua hal, yakni apakah wartawan hadir pada kejadian yang sifatnya terencana dan kejadian yang spontan atau “by accident”.

“Kalau pada kejadian terencana wartawan tidak bawa ID card, itu perlu dipertanyakan. Tetapi pada kejadian yang by accident, boleh tidak pakai ID card karena mungkin lupa membawa. Tetapi pada saat konfirmasi atas sebuah berita, maka seorang wartawan harus jelas identitasnya” imbuhnya.

Begitu pun soal izin meliput kejadian, seorang wartawan bisa jadi perlu izin tetapi juga bisa tidak. Pada kasus wartawan dengan karyawan PLTU Sluke di RSUD dr R Soetrasno, izin liputan mesti dari pihak rumah sakit, sedangkan penghalang-halangan oleh pihak lain harus dipertanyakan. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 6425399539652945855

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::