Pegawai PLTU Nekat Mengelak Dibawah Sumpah

-- --
Partini saat meninggalkan sidang pengadilan negeri Rembang
REMBANG - cbfmrembang.com, Beberapa wartawan di Rembang, menyatakan keterangan yang diberikan oleh Partini, yang merupakan administrator perusahaan PLTU PJB Sluke tidaklah benar.

Menurut  Ketua PWI Rembang, Jamal A Garhan, Partini terlibat dalam upaya penghalangan peliputan yang dilakukan sejumlah wartawan saat berada di area rumah sakit RSUD Rembang, saat akan meliput kecelakaan kerja 4 orang karyawan PLTU yang sudah dibawa di UGD.

Sebelumnya, Ketua PWI memberikan kesaksian jika Partini berdiri didepan pintu depan UGD, untuk menghalangi para wartawan yang akan melakukan peliputan, mesti awak media sudah mendapatkan izin dari pihak menejemen RSUD.

"Partini itu juga terlibat upaya penghalangan, dia berdiri didepan pintu menuju UGD" jelasnya.

Sementara Sarman, salah seorang wartawan TV mengaku pernah mendapatkan cerita dari seorang wartawan yang tak mau disebutkan identitasnya, jika Partini berdiri di depab pintu UGD, dan mengkoordinir para pegawainya untuk menghalangi wartawan untuk meliput.

"Waktu itu dia masih mau cerita banyak sama saya. Kalau Partini berdiri didepan pintu menuju UGD, dan mengkoordinir para karyawannya agar menghalangi wartawan yang akan meliput" jelas Sarman.

Sebelumnya, pada sidang sidang lanjutan kasus intimidasi wartawan yang digelar pada 20 Juni 2017, Partini tidak mengakui perbuatan yang dilakukannya kepada para wartawan.

Meski sudah disumpah, Partini nekat membantah, keterangan saksi wartawan, yang sebelumnya sudah terlebih dahulu memberikan keterangan di persidangan.(  ASMUI  )

Berita Terkait

Terbaru 6284394760573009976

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::