Pemkab Siap Bantu Biaya Operasi Bayi Tanpa Tempurung Kepala Lengkap

-- --
Bayi tanpa tempurung kepala lengkap sedang digendong ibunya
KRAGAN-cbfmrembang.com,Pemerintah Kabupaten Rembang tidak akan tiinggal diam dan siap membantu biaya operasi bayi yang lahir dengan kondisi tempurung kepala tidak normal.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang H. Abdul Hafidz seusai melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) di masjid Nurul Khotimah Desa Ngasinan, kecamatan kragan Minggu (5/6/2017) malam.

Bupati menjelaskan Kebijakan tersebut merupakan langkah kemanusiaan yang harus diambilnya untuk membantu masyarakat yang tidak mampu. Ia telah memerintahkan Camat dan Kepala Desa setempat untuk segera mengantar bayi tersebut ke rumah sakit.

“Saya telah memerintahkan Camat dan Kepala Desa untuk menghubungi orang tuanya segera dimasukkan di rumah sakit dan dioperasi. Dengan biaya pemerintah kabupaten ikut menanggung, dan sementara ini kita beri Rp. 50 juta dulu,”ujarnya.

Menurut Bupati operasi bayi tersebut tidak bisa menunggu adanya kartu BPJS yang baru diurus kedua orang tuanya, karena jika menunggu dikhawatirkan kondisinya semakin melemah dan tidak bisa bertahan hidup.

Dihadapan warga Ngasinan, Bupati juga mengingatkan agar warga yang tidak mampu secara ekonomi belum memiliki kartu BPJS segera mendaftar karena akan dibiayai oleh Pemkab. Prosesnya melalui pemerintah desa, kemudian ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB)  ke Dinas Kesehatan dan dilanjutkan untuk didaftarkan ke BPJS Rembang.

“Program BPJS bagai warga tidak mampu  sudah saya sosialisasikan terus , tetapi yang terjadi selama ini warga mengurus BPJS setelah sakit, sehingga tidak bisa, karena ada waktu kartu tersebut bisa digunakan minimal 15 hari setelah jadi,”terangnya.

Sebelumnya keluarga pasangan muda Ahmad Mamduhin (27) dan Siti Munawaroh (26) warga desa Tegalmulyo RT: 2 RW: 1 Kecamatan kragan, melahirkan seorang bayi  perempuan sekitar pukul 02.00 WIB di Puskesmas Plawangan, Kragan, Rembang, Sabtu (27/5/2017). Mereka berdua shock mengetahui bayinya lahir dengan kondisi tempurung kepala belakang yang tidak normal.

“,Diketahui kondisi kepala bagian belakang tanpa dilengkapi tempurung sehingga begitu lunak. Akibatnya, organ kepala belakang bayi tersebut keluar lantaran kulit tidak mampu menahannya”, Ucap Mamduhin Ayah sang bayi. 

Dengan kondisi semacam itu, pihak puskesmas Kragan  Sabtu pagi segera merujuknya ke RSUD dr R Soetrasno Rembang. Namun dari  hasil pemeriksaan, pihak RSUD Rembang tidak sanggup menanganinya, lantaran butuh penanganan dengan alat medis yang lebih memadai. Akhirnya bayi dirujuk ke Rumah Sakit dr Karyadi Semarang.

Setelah diperiksa oleh dua dokter bedah Rumah Sakit Karyadi, kelainan tempurung pada bayi tersebut ternyata butuh tindakan operasi. Pihak  rumah sakit pun menyanggupi untuk tindakan operasi, namun, dengan menggunakan jaminan biaya di muka sebesar Rp 50 juta.

Mengetahui biaya operasi mencapai Rp 50 juta, dan harus dibayar di muka, ayah sang bayi syok. Karena, pihak keluarga juga sama sekali tidak memiliki uang sebesar itu. Apalagi Mamduhin hanya bekerja sebagai buruh di sebuah toko buah di Surabaya.( Mufti affandi )

Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 2208922035735754031

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::