Saksi Ahli Yakin, Pegawai PLTU Sengaja Mengahalangi Kerja Wartawan

-- --
Saksi ahli yang dihadirkan pada persidangan pada tanggal 20 Juni 2017 kemarin (Sri Mulyadi) Dewan Penasehat PWI Provinsi Jawa Tengah
REMBANG – cbfmrembang.com, Sidang kasus intimidasi wartawan dengan terdakwa Suryono warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber, yang merupakan pegawai PLTU PJB Sluke, akan kembali digelar pekan depan.

Sidang akan digelar dipengadilan negeri Rembang pada 6 Juli 2017 mendatang. Pada agenda sidang, pengadilan akan kembali memintai keterangan saksi. Kalih ini, saksi yang akan memberikan dihadirkan adalah Diky Prasetya alias Muntoyo seorang wartawan salah satu radio di Rembang.

Diky Prasetya merupakan salah satu dari sekian korban, pada insiden intimidasi sejumlah wartawan yang dilakukan para pegawai PLTU, saat meliput di area UGD rumah sakit dr R Soutrasno, pada 18 Agustus 2016 silam. 

Menurut salah seorang saksi ahli yang dihadirkan pada persidangan sebelumnya, Sri Mulyadi, menghalangi tugas wartawan merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Ia menambahkan, secara pribadi seorang wartawan wajib memaafkan yang bersangkutan. Tetapi, proses hukum harus tetap dijalankan.

“Menghalangi tugas wartawan masuk ranah hukum. Tidak hanya sekedar diselesaikan melalui kekeluargaan. Minta maaf “oke,” kita maafkan. Secara pribadi kita diajarkan untuk memaafkan siapa saja yang minta maaf kepada kita. Tapi kasusnya, proses hukumnya jalan terus, karena ini sudah menyangkut proses hukum” jelas Mulyadi.

Mulyadi juga yakin, jika pihak terdakwa dengan sengaja melakukan penghalangan terhadap awak media yang sedang melakukan peliputan peristiwa kecelakaan kerja, yang korbanya sudah di bawa ke RSUD Rembang.

Hal itu terlihat, dari pertanyaan terdakwa dalam hal ini Suryono, yang ditujukan kepada saksi ahli, yang intinya, kekhawatiran ada persaingan antar perusahaan sehingga akan memberi citra buruk terhadap perusahaan dimana dia berkerja, jika dipublikasikan oleh media masa.

“Saya yakin bahwa dia memang niatnya menghalangi tugas wartawan. Apalagia dia tadi mengungkap,”Apa saya tidak boleh khawatir ada persaingan usaha dan sebagainya, jika dipublikasikan perusahaan saya menjadi jelek” Tanya Suryono yang dikutib dari Sri Mulyadi (saksi ahli). 

Sebagaimana aturan yang berlaku, menghalangi dan melakukan intimidasi kepada wartawan, dapat dikenakan undang-undang no 40 tahun 1999, tentang pers. Apalagi sampai melakukan pengancaman pembunuhan kepada jurnalis. ( Ah/Mf )

Berita Terkait

Terbaru 6900965973975366964

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::