Tambah Ukiran Jati Logo Rembang Madani

-- --
Mbah Dek saat memberikan hasil Karyanya kepada Bupati Rembang 
BULU-cbfmrembang.com, Bupati Rembang memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang peduli terhadap pemerintahan  dikabupaten Rembang. Salah satunya yang diwujudkan warga dengan membuat hasil karya ukir berlogo Rembang Madani yang disampaikan kepada  pemkab Rembang .

Bupati Abdul Hafidz mengatakan, Penghargaan tersebut sangat bermanfaat  bukan untuk saya tapi untuk Rembang. Langkah tersebut  untuk memotivasi saya lebih giat lagi membangun pemerintahaan di Rembang. 

",Orang yang sudah berusia 77 tahun masih mempedulikan pemerintahan, ini sangat luar biasa, dan memotifasi saya harus bergerak cepat dalam rangka membangun Rembang",Ujarnya.

Pemberian berwujud ukiran tersebut rencananya akan diletakkan di kantor Setda,. Penempatan di kantor Setda juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Rembang selain terkenal dengan kota garam juga kaya akan pohon jati dan ukirannya meskipun tidak sebesar Jepara.

Sementara itu sosok Sadimin (biasa dipanggil Mbak Dek)  77 tahun, warga Desa Mantingan kecamatan Bulu memberikan ukir kayu logo Rembang Madani kepada Bupati rembang Abdul Hafidz untuk memenuhi Nadharnya.

Akar pohon jati yang diukir logo Pemerintah Kabupaten Rembang dan disisi lainnya bertuliskan tentang Rembang Madani itu diberikan kepada Bupati, setelah orang nomor satu di Rembang itu mengunjungi rumahnya yang berada bilangan jalan Rembang Blora tepatnya  di depan pintu masuk Wana Wisata Kartini Mantingan, Rabu (7/7/2017) sore.

Bertemu dengan sosok Abdul Hafidz yang sudah lama Ia kagumi, membuat Kakek yang akrab disapa Mbah Dek itu sangat bahagia. Begitupun dengan keluarganya yang ikut bersyukur karena impiannya akhirnya terkabul.

Ia bernadzar jika Abdul Hafidz menang ingin memberinya cinderamata atau kenang-kenangan. Dan ternyata cinderamata tersebut berbentuk kerajinan ukiran.

Terkait kerajinan tersebut, Kakek yang memiliki tiga orang anak itu menceritakan semula terbuatnya kerajinan tersebut muncul dari hati. Tidak ada yang meminta ataupun yang memesannya.

"Cenderamata dibuat dari akar bekas tebangan, Tidak ada orang yang merintah dan tidak ada yang memesan, pokoknya saya buat saja", ungkapnya.

Akar tersebut di bentuk menyerupai kursi dan diukir dikedua sisinya. Di sisi depan melalui tangannya yang renta terukir logo Pemkab Rembang. Dan di sisi belakang Ia menulis Rembang Madani  beserta kepanjangannya.

Dalam menyelesaikan karyanya, Kakek yang kerjanya serabutan itu membutuhkan waktu tiga bulan. Mulai mengukir sampai finishing dilakukan dengan tangannya sendiri. (Mufti affandi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Sosial 3308725536575796174

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::